Rusuh Arema Persebaya

Kisah Sugeng Buka 50 Kantong Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan demi Cari Anaknya

Kisah pilu Sugeng membuka 50 kantong jenazah korban tragedi Kanjuruhan untuk mencari anaknya.

tangkapan layar YouTube Kompas TV
Gubernur Jawa Timur. Tak terkecuali kisah Sugeng (50) saat mencari anaknya yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan di Markas Arema di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu. Bahkan dengan hati yang sedih Sugeng (50) sampai membuka 50 kantong jenazah korban tragedi Kanjuruhan, untuk mencari dan menemukan anaknya, Risky Dendi Nugroho (19). Jenazah korban rata-rata meninggal akibat gas air mata karena kerusuhan usai laga Arema Vs Persebaya. 

WARTAKOTALIVE.COM --  Banyak kisah memilukan bisa didengar dari pihak keluarga para korban tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Juga kisah bagaimana mereka mencari sanak saudaranya dengan hati bergetar dan tangisan di wajah. Tak terkecuali kisah Sugeng (50) saat mencari anaknya yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan di Markas Arema di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Bahkan dengan hati yang sedih Sugeng (50) sampai membuka 50 kantong jenazah korban tragedi Kanjuruhan, untuk mencari dan menemukan anaknya, Risky Dendi Nugroho (19). Jenazah korban rata-rata meninggal akibat gas air mata karena kerusuhan usai laga Arema Vs Persebaya.

Risky hilang saat tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pecah, Sabtu (1/10/2022).

Sugeng baru menemukan Risky, namun dalam kondisi mengenaskan dan tak sadarkan diri. Risky mendapat perawatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Remaja yang baru lulus SMA itu menjalani perawatan medis sejak malam kelabu itu.

Baca juga: Khofifah: Tambah 6, Jumlah Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Orang 

Sugeng mengatakan Risky harus bernafas dengan alat bantu pernafasan.

"Kata dokter, dia kebanyakan menghirup gas air mata. Karena bisa kena paru-paru, dan bisa sesak," kata Sugeng kepada SURYAMALANG.COM, Senin (3/10/2022). 

Risky saat ini katanya masih belum bisa berkomunikasi. Kadang Risky menangis. Tapi, menurut Sugeng, Risky lebih banyak diam.  

Baca juga: Cerita Pelatih Arema FC Javier Roca Lihat Aremania Meninggal di Pelukan Pemain: Saya Hancur Mental

Saat kejadian, Sugeng tidak mendapat kabar terkait anaknya sampai pukul 01.00 WIB.

Setelah pulang dari jualan nasi goreng, Sugeng langsung menuju Stadion Kanjuruhan.

Sugeng kaget melihat stadion porak-poranda.

Baca juga: Polri Pastikan Tidak Tangkap Suporter Arema FC terkait Tragedi Kanjuruhan

Beberapa mobil terbakar, sampah berserekan, dan pecahan besi teronggok di sekitar stadion. 

Sugeng keliling area dalam dan luar stadion untuk mencari sang anak. 

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved