Polisi Tembak Polisi

Kejaksaan Agung Pastikan Jaksa yang Tangani Kasus Brigadir J Tidak Dapat Diintervensi

Kejaksaan Agung memastikan para jaksa yang akan menangani perkara kasus pembunuhan berencana Brigadir J profesional dan tidak dapat diintervensi.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
Dok. Kejagung RI
Kejaksaan Agung memastikan para jaksa yang akan menangani perkara kasus pembunuhan berencana Brigadir J profesional dan tidak dapat diintervensi. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI, Fadil Zumhana buka suara terkait rumah aman (safe house) untuk para jaksa penuntut umum yang menangani perkara kasus pembunuhan Brigadir J.

Fadil mengatakan bahwa usulan safe house tersebut merupakan ide baik dan tentunya pihaknya sangat menghargai.

Meski demikian, ia menuturkan pihaknya telah memiliki sistem untuk mengamankan para jaksa agar tidak terintervensi.

"Kami jaga integritas dan profesionalisme jaksa karena negara ini negara hukum," ujarnya, Rabu (5/10/2022).

Saat ini, ia memastikan Kejaksaan Agung tidak dapat diintervensi karena harus menjaga netralitas dalam proses penanganan perkara.

"Dan saya yakin seluruh masyarakat Indonesia, termasuk media dapat mengawasinya," tutur Fadil.

"Di dunia digital saat ini, sudah tidak ada yang dapat kita tutup-tutupi dan teman-teman media dapat mengawal supaya perkara berjalan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” sambungnya.

Fadil mengatakan para tersangka akan diberikan keputusan oleh hakim yang seadil-adilnya.

Selain itu, kata dia, Jampidum selaku penegak hukum selalu berpegang teguh dalam proses memberikan keadilan dan harus mengacu pada alat bukti.

"Bukan asumsi dan isu-isu yang berkembang di masyarakat. Kami berpesan kepada para Jaksa agar pikiran jangan terganggu oleh hal-hal di luar penegakan hukum," ujar Fadil.

Baca juga: Kejaksaan Agung Libatkan KPK dalam Pelimpahan Perkara Kasus Brigadir J, Ada Dugaan Korupsi?

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menerima tanggung jawab tersangka dan barang bukti (tahap II) terhadap Ferdy Sambo cs.

Para tersangka itu antara lain Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.

Mereka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan subsidair Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Tanpa Rencana.

Selain itu, ada juga tersangka obstruction of justice, yakni Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved