Berita Jakarta

Anies Baswedan: Harus Ada Intervensi Agar Masyarakat Mau Pakai Transportasi Umum

Anies minta kepada semua warga jadikan moda transportasi untuk membangun kebersamaan bukan hanya untuk pemindah badan dari satu tempat ke tempat lain

Wartakotalive/Miftahul Munir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus perbaiki pelayanan transportasi umum demi kenyamanan dan keamanan masyarakat di gedung Kompas Rabu (5/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus perbaiki pelayanan transportasi umum demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Selain itu, Anies Baswedan juga ingin masyarakat terbiasa menggunakan moda transportasi Jakarta yang terintegrasi.

Sehingga, warga yang ada di Jakarta meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah dan memilih berpergian dengan kendaraan umum.

Pria berkacamata itu mengaku, dengan beralihnya ke transportasi umum maka akan mengurai kemacetan di Jakarta.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Transportasi Umum Pilihan Rasional Warga Jakarta, Lebih Murah dan Nyaman

Sebab, penyebab kemacetan di Jakarta karena banyaknya masyarakat yang gunakan kendaraan pribadi.

"Harus ada rekayasa atau intervensi tapi bukan hal negatif ya, ini untuk memotong ketersendirian menjadi rasa kebersamaan," kata Anies Baswedan di gedung Kompas Jakarta Rabu (5/10/2022).

Oleh karena itu, Anies meminta kepada semua warga jadikan moda transportasi untuk membangun kebersamaan bukan hanya untuk pemindah badan dari satu tempat ke tempat lain.

Sebab, di dalam transportasi mau pejabat dan rakyat biasa akan sama derajatnya ketika berada diangkutan umum.

"Karena di sana antreannya sama, berdiri sama, tiketnya sama mau itu perjabat maupun rakyat biasa, itu adalah pengalaman luar biasa. Karena membangun persatuan itu bukan kata-kata saja," tegasnya.

Baca juga: Memulai Babak Baru Transportasi Ramah Lingkungan, 665 Unit Sepeda Listrik Hadir di Kota Bogor

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menambahkan, Pemprov DKI selama 4 tahun menambah jumlah armada transportasi umum dari 42 persen menjadi 85 persen.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk berkeliling Jakarta karena transportasinya sudah dekat dengan pemukiman.

Misalnya, ada Jak Lingko yang biasa mengangkut pemukiman padat penduduk dan bisa mengantar ke halte terdekat untuk berangkat ke lokasi tujuan dengan transportasi umun lain.

"Kalau dulu angkot itu ngebut-ngebutan, penumpangnya panik, takut karena sopirnya kejar setoran, sekarang sudah tidak lagi mereka keliling sehari 100 kilometer kami bayar," jelasnya. (m26)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved