Rusuh Arema Persebaya

The Jakmania Waswas FIFA Jatuhkan Sanksi Berat pada Liga 1, Buntut Rusuh Arema Persebaya

The Jakmania, suporter setia Persija Jakarta, sedang waswas menghadapi sanksi FIFA terhadap Liga 1, buntut rusuh Arema Persebaya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
warta kota/rangga baskoro
The Jakmania Bekasi sedang waswas menunggu sanksi yang jatuh dari FIFA, akibat rusuh Arema Persebaya. Mereka berharap atk ada sanksi berat di Liga 1. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Tragedi Kanjuruhan menimbulkan luka mendalam tak hanya bagi suporter Aremania, namun juga masyarakat pecinta sepak bola Indonesia.

Pasalnya, sepak bola Indonesia kini dihadapkan dengan ancaman tujuh sanksi berat dari FIFA sebagai otoritas tertinggi yang menaungi olahraga sepak bola di dunia.

Salah satunya adalah ancaman pembekuan seluruh pertandingan Liga Indonesia selama delapan tahun, imbas tragedi yang telah menewaskan setidaknya 125 orang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Korwil The Jakmania Bekasi Raya Arief Ramdan berharap agar FIFA tak menjatuhkan sanksi berat kepada Liga Indonesia.

"Itu lah yang teman-teman khawatirkan. Saya berharap semoga jangan sampai Liga Indonesia di-banned FIFA. Karena sepak bila itu hiburan rakyat," tutur Arief saat ditemui usai acara Aksi Solidaritas di Gedung Juang Bekasi, Senin (3/10/2022) malam.

Sementara itu, suporter lain yakni Ferdi juga berharap hal serupa. Menurutnya, sejumlah evaluasi harus dilakukan oleh sejumlah pemangku kepentingan atas Tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Jakmania Sikapi Rusuh Arema Persebaya, Aditya Rinaldy: Rivalitas 90 Menit, Sisanya Kita Bersaudara

Salah satu hal yang disorotinya adalah jalur evakuasi bagi suporter yang dinilainya selalu luput dari perhatian para panitia penyelenggara.

"Kita sudah berkali-kali diperingatkan dengan cara kasus kematian suporter akibat terlalu berdesak-desakan. Saya pribadi inginnya agar suporter ini dibuatkan jalur evakuasi," ujar Ferdi.

Seperti saat Tragedi Kanjuruhan, Ferdi menilai salah satu penyebab banyaknya suporter yang tewas adalah minimnya akses keluar stadion bagi para suporter.

Baca juga: Iwan Bule Dapat Tugas Baru, Pimpin Investigasi Rusuh Arema Persebaya

"Paling enggak, tolong semua gerbang dibuka untuk memudahkan suporter keluar saat pertandingan selesai," ujarnya.

"Kemarin kan seperti yang ada di video viral, suporter iti seperti terkunci dari dalam. Mau tetap di tribun tapi banyak gas air mata, mau keluar Stadion pun enggak bisa karena gerbangnya kekunci," imbuh Ferdi.

Sebelumnya, Tragedi di Stadion Kanjuruhan bermula dari laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). Bertajuk derbi Jawa Timur, duel Arema FC vs Persebaya berlangsung ketat.

Akibat Rusuh Arema Persebaya di Stadion Kanjuruan Malang, pihak kepolisian melaporkan bahwa 2 anggota polisi yang bertugas saat itu meninggal dunia. Kemudian dalam unggahan akun instagram @kabarnegri disebutkan  sebanyak 13 unit mobil polisi mengalami kerusakan.
Akibat Rusuh Arema Persebaya di Stadion Kanjuruan Malang, pihak kepolisian melaporkan bahwa 2 anggota polisi yang bertugas saat itu meninggal dunia. Kemudian dalam unggahan akun instagram @kabarnegri disebutkan sebanyak 13 unit mobil polisi mengalami kerusakan. (Istimewa)

Lima gol tercipta dalam laga ini dengan hasil 3-2 untuk keunggulan Persebaya. Namun, hasil pertandingan derbi Jatim ini ternyata tidak bisa diterima pendukung Arema FC, Aremania.

Sejumlah Aremania yang kecewa berhamburan masuk ke lapangan dengan meloncati pagar, membuat situasi tak terkendali.

Aparat keamanan terlihat kewalahan menghalau kericuhan tersebut karena jumlah mereka tidak sebanding.

Alhasil sejumlah petugas melontarkan gas air mata yang disinyalir menjadi penyebab meninggalnya ratusan suporter yang duduk di tribun.

Berdasarkan keterangan Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, sejauh ini korban tewas dan luka-luka mencapai 448 orang.

Dengan rincian sebanyak 302 orang luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved