KPK Bilang Jemput Paksa Gubernur Papua Lukas Enembe Gampang, tapi Ada Risiko yang Harus Dihitung

Namun, KPK, kata Alex, memikirkan risiko dari dampak penjemputan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi itu.

Editor: Yaspen Martinus
papua.go.id
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan, tak sulit menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan, tak sulit menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe.

Namun, KPK, kata Alex, memikirkan risiko dari dampak penjemputan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi itu.

"Tentu bukan persoalan sulit untuk megnambil paksa dengan mengerahkan segala kekuatan."

Baca juga: KPK Tetapkan Bekas Anggota DPR Jadi Tersangka Kasus Suap Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia

"Tapi itu tadi, ada risiko yang tentu harus kami hitung di sana," kata Alex lewat keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).

Namun, Alex tidak membeberkan lebih jauh perihal risiko dimaksud.

Atas dasar risiko tersebut, ia mengatakan, KPK sejauh ini masih melakukan pendekatan secara persuasif, agar Lukas Enembe kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 7 November 2022: Tak Bergerak dari Level 1

"Kami masih terus melakukan pendekatan secara persuasif, supaya yang bersangkutan itu kooperatif."

"Kami akan tetap menghargai kesehatan yang bersangkutan."

"Itu kami sampaikan, baik lewat penasihat hukumnya maupun lewat Kapolda dan Pangdam kemarin, supaya dilakukan secara persuasif," ucap Alex.

Kapolri Siagakan 1.800 Polisi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendukung proses hukum yang dilakukan KPK terhadap tersangka korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Untuk itu, kata dia, Polri telah menyiapkan 1.800 personel di Papua, jika nantinya KPK meminta bantuan Polri.

"Terkait kasus Lukas Enembe, kami sudah menyiapkan 1.800 personel di Papua."

Baca juga: Kamaruddin: Polisi Tak Tahan Putri karena Alasan Kemanusiaan, Seolah-olah yang Lain Margasatwa

"Dan kami siap untuk membackup apabila KPK meminta," kata Listyo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved