Jokowi Digugat ke PN Jakpus karena Diduga Pakai Ijazah Palsu, Stafsus: Dapat Dibuktikan dengan Mudah

Ia mempersilakan siapapun menggugat, apabila memang merasa memiliki bukti yang cukup.

Editor: Yaspen Martinus
Sekretariat Presiden
Dini Purwono, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki ijazah asli, dan dapat dibuktikan dengan mudah. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dini Purwono, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki ijazah asli, dan dapat dibuktikan dengan mudah.

Pernyataan Dini merespons gugatan terhadap Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait dugaan ijazah palsu saat proses pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Penggugat ialah Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover.
Gugatan telah terdaftar pada Senin (3/10/2022) dengan nomor perkara:592/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst. Klasifikasi perkara adalah perbuatan melawan hukum.

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 7 November 2022: Tak Bergerak dari Level 1

“Sebagai informasi, Presiden memiliki semua ijazah aslinya. Dan ini dapat dibuktikan dengan mudah,” kata Dini, Selasa (4/10/2022).

Dini mengatakan, mengajukan gugatan adalah hak warga negara.

Ia mempersilakan siapapun menggugat, apabila memang merasa memiliki bukti yang cukup.

Baca juga: Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM-Perempuan ke PTUN karena Bilang Putri Candrawathi Diduga Dilecehkan

Namun apabila gugatan tersebut tidak memiliki dasar, maka akan mempermalukan diri sendiri.

“Namun apabila penggugat tidak berhasil menyampaikan bukti nyata dan solid, akan terjawab sendiri nanti bahwa gugatan adalah mengada-ada, karena tidak berhasil membuktikan apa yang dituduhkan."

"Dan apabila itu terjadi, jelas hanya akan menampar muka penggugat sendiri,” tutur Dini.

Baca juga: Dideklarasikan Jadi Capres, Ganjar Pranowo Tak Diberi Tahu PSI

Masyarakat, kata Dini, bisa ikut menilai kredibilitas penggugat dan mempertanyakan motivasi penggugat tersebut.

Menurutnya, masyarakat setiap hari harus bertambah cerdas dan jangan dibiasakan melakukan prank aparat penegak hukum dan pengadilan, dengan gugatan yang mengada-ada dan tidak berdasar.

“Sumber daya di ranah aparat penegak hukum dan pengadilan harus digunakan dengan sebagaimana mestinya."

Baca juga: Grace Natalie: PSI Tak Mungkin Dukung Anies, Siapapun Partai yang Mendukungnya

"Jangan dihabiskan hanya untuk menangani hal remeh- temeh yang tujuannya sekadar mencari sensasi atau menimbulkan provokasi,” paparnya.

Menurutnya, aparat penegak hukum dan hakim juga harusnya semakin cerdas. Aparat dan hakim harus bisa memilah mana aduan atau gugatan bersubstansi, dan mana yang tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved