Anies Baswedan

Jelang Anies Baswedan Pensiun, Terbongkar Proyek Revitalisasi Trotoar DKI Jakarta Baru 15 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak lama lagi pensiun, tapi ternyata masih banyak infrastruktur yang belum beres, seperti trotoar.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
warta kota/nuril yatul
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan pihaknya tengah berjibaku memenuhi target revitalisasi trotoar DKI Jakarta, Senin (3/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Bina Marga DKI Jakarta berasama GIS terus menggenjot proyek revitalisasi trotoar di DKI Jakarta.

Dalam kurun waktu lima tahun ini, trotoar yang mengalami perombakan baru mencapai 264 kilometer.

Angka tersebut hanya menyentuh 15 persen dari target yang dicanangkan sejak 2017. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, dalam acara Peluncuran Buku Dokumentasi Revitalisasi Trotoar DKI Jakarta, yang digelar di Pos Bloc Jakarta, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

"Kalau bicara panjang jalan Jakarta, itu kira-kira 1.300 kilo meter, dikalikan dua saja, berarti 2.600 kilo meter. Artinya, ada 85 persen yang belum tergarap," ujar Hari saat ditemui, Senin (3/10/2022)

Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PUPR) nomor 3, seluruh trotoar yang masih berukuran 1,5 meter akan direvitalisasi menjadi 5,5 meter.

Perluasan tersebut diharapkan akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki, disabilitas, dan pesepeda.

Baca juga: Lagi Asyik Dagang, Satpol PP Gambir Sikat PKL yang Bandel Berjualan di Atas Trotoar

Selain itu, nantinya akan ada ruang pada trotoar yang dapat dimanfaatkan oleh kios-kios pedagang kaki lima (PKL) yang ramah lingkungan berjualan.

Meski begitu, Hari menyebut, proyek ini sempat mengalami perlambatan pembangunan saat pandemi Covid-19.

Pada masa krisis tersebut, revitalisasi trotoar hanya bisa tereksekusi sebanyak lima sampai 10 persen dari minimal target 60 kilo meter per-tahunnya.

Baca juga: Polisi Kesulitan Ungkap Pemulung Bersimbah Darah di Trotoar Jalan Gatot Subroto, Korban Belum Sadar

"Secara ideal 85 persen yang belum kita kerjakan. Kalau hanya trotoar yang berukuran 1,5 meter saja, itu bukan trotoar, enggak jaman lagi. Justru itu yang kami kembangkan," jelasnya.

Selain itu, yang juga menjadi PR pembangunan trotoar adalah anggaran dana yang dikucurkan pemerintah.

Sebelumnya, dana APBD untuk revitalisasi trotoar mencapai Rp 1 triliyun. Namun, dana tersebut dipangkas pada tahun 2019, sehingga hanya bisa memakai dana sebanyak Rp 400 milyar.

Baca juga: Anies Baswedan Bangun 240 Km Trotoar di Masa Pandemi Covid-19

"Pada saat pandemi Covid-19, dialihkan dahulu untuk kesehatan dan sosial, sehingga kami hanya dapat Rp 50 milyar. Kami buat skala prioritas, kawasan mana saja yang perlu dibangun," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved