Rusuh Arema Persebaya

Irjen Fadil Imran Minta Anggota Belajar dari Rusuh Arema Persebaya, Menangani Secara Terukur

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran khawatir rusuh Arema Persebaya terjadi di Jakarta, karena itu dia minta jajarannya waspada.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran minta jajarannya untuk waspada saat mengawal laga sepak bola, jangan sampai terjadi seperti di Stadion Kanjuruhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengingatkan anggotanya untuk belajar dari tragedi Kanjuruhan dalam hal melakukan pengamanan.

Hal itu disampaikan Fadil saat memimpin apel gelar pasukan Parliamentary Speakers Summit (P20) di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022) pagi.

"Berkaca pada peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memberikan kita turning point untuk melakukan evaluasi terhadap standar sistem pengamanan," ujarnya.

Fadil meminta para anggotanya untuk mempedomani secara betul tahapan pengamanan.

Mulai dari tahap kerumunan, sampai tahap berkumpulnya massa yang dapat menimbulkan terjadinya kekacauan.

"Oleh sebab itu, pedomani Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Polri," tutur Fadil.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan membuat semua pandangan masyarakat tertuju ke Polri.

Baca juga: Jakmania Sikapi Rusuh Arema Persebaya, Aditya Rinaldy: Rivalitas 90 Menit, Sisanya Kita Bersaudara

Oleh sebab itu, ia meminta anak buahnya untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan dan memperkuat tahapan persiapan pengamanan.

"Dalam berbagai kesempatan selalu saya sampaikan filosofi tukang jahit, filosofi bagaimana kita menjahit baju, bahwa setiap orang memiliki ukuran yang berbeda," kata Fadil.

"Oleh sebab itu, setiap langkah pengamanan menyesuaikan dengan ukuran dan karakteristik,” ujarnya.

Baca juga: Iwan Bule Dapat Tugas Baru, Pimpin Investigasi Rusuh Arema Persebaya

“Semua itu dimaksudkan agar pengamanan bisa terlaksana secara maksimal," imbuhnya.

Ia berharap kepada anggotanya saat bertugas di lapangan untuk tidak melakukan tindakan di luar dari apa yang menjadi kesepakatan, komitmen, dan arahan.

"Hindari penyelewengan dan penyimpangan yang dilakukan oleh anggota yang bertugas nanti di pengamanan lapangan,” ucapnya.

Seorang warga mengambil gambar bangkai mobil yang hangus dan terbalik di depan Stadion Kanjuruhan Malang akibat tragedi rusuh Arema VS Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Malang.
Seorang warga mengambil gambar bangkai mobil yang hangus dan terbalik di depan Stadion Kanjuruhan Malang akibat tragedi rusuh Arema VS Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Malang. (Surya/ Sugiharto)

“Pelaksanaan kegiatan pengamanan kali ini harus kita laksanakan dengan humanis, penuh rada kasih sayang," imbuhnya.

"Tunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan cinta kasih, penuh dengan etika, sopan santun. Oleh sebab itu, wujudnya adalah pendekatan preventif Kepolisian," lanjutnya.

Sementara itu, Karoops Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto mengatakan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terus berkomitmen untuk berkontribusi mewujudkan rasa aman dan kondusif di Jakarta. Terutama dalam melakukan pengamanan P20.

"Ini merupakan sebuah kepercayaan dan suatu kehormatan bagi negara Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi dunia serta turut serta dalam membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan yang berdasarkan kepada kemerdekaan, perdamaiaan abadi dan keadilan sosial," kata dia.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved