Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda

Dijadikan Tersangka oleh KPK, Chandra Tirta Wijaya Sudah Mundur dari Partai Ummat

Chandra terakhir kali berlabuh di Partai Ummat setelah mundur dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Partai Ummat mengaku terkejut mendengar kabar Chandra Tirta Wijaya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Partai Ummat mengaku terkejut mendengar kabar Chandra Tirta Wijaya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Chandra terakhir kali berlabuh di Partai Ummat setelah mundur dari Partai Amanat Nasional (PAN).

"Saya baru tahu status TSK dari Media. Kaget juga," kata Ketua Bidang Informasi Publik sekaligus Ketua Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya saat dimintai tanggapannya, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM-Perempuan ke PTUN karena Bilang Putri Candrawathi Diduga Dilecehkan

Kendati demikian, Mustofa menyatakan berdasarkan kabar terbaru, Chandra Tirta Wijaya telah mengundurkan diri dari partai berlogo bintang emas itu.

Pengunduran diri Chandra Tirta Wijaya itu, kata Mustofa, ditetapkan sejak 30 Agustus 2022.

"Tetapi Mas CTW, pada akhir Agustus lalu, tepatnya tanggal 30 Agustus 2022, telah mengirim surat pengunduran diri."

Baca juga: Dideklarasikan Jadi Capres, Ganjar Pranowo Tak Diberi Tahu PSI

"Tidak jelas kenapa. Saya sendiri belum baca suratnya, tapi by telepon, saya diberitahu sekretariat," ungkapnya.

Kendati begitu, tidak diketahui secara pasti alasan atau penyebab Chandra Tirta Wijaya mundur dari Partai Ummat.

Sebab, kata Mustofa, selama berada di dalam naungan partai, Chandra dinilai tidak punya masalah.

Baca juga: Grace Natalie: PSI Tak Mungkin Dukung Anies, Siapapun Partai yang Mendukungnya

"Iya, saya kaget denger beliau mundur, karena beliau enggak ada masalah sama sekali di Partai Ummat," paparnya.

Oleh karena itu, dia menyatakan pihak partai sejauh ini belum menjalin komunikasi kembali kepada yang bersangkutan.

"Pada saat itu, kami sedang tugas masing-masing di wilayah untuk verifikasi KPU."

"Jadi dah enggak ada komunikasi karena sama-sama sibuk," terang Mustofa.

Dicegah ke Luar Negeri

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved