Capres 2024

Deklarasikan Anies Baswedan Jadi Capres, Nasdem Disebut Harapkan Kerek Suara di Pemilu 2024

Pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem diduga ialah untuk menambal suara partai yang dipimpin Surya Paloh itu di kantong-kantong suara Anies. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Indri Fahra Febrina
Partai NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi menduga pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem ialah untuk menambal suara partai yang dipimpin Surya Paloh itu di kantong-kantong suara Anies. 

Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa Anies Baswedan bisa menjadi coattail effetc atau pengkerek suara Nasdem di kantong-kantong wilayah yang sulit dikuasi oleh partai nasionalis tersebut. 

Kata Burhanuddin Muhtadi, saat Pilpres 2019, suara Nasdem cukup rendah di wilayah-wilayah yang dikuasi Anies Baswedan

Misalnya saja di wilayah Jawa Barat Nasdem hanya mendapatkan 5 kursi di Pemilu 2019. Bahkan di Banten kursi Nasdem nol dan di DKI Jakarta hanya 1 kursi yakni Syahroni. 

Pun di beberapa wilayah Sumatera, suara Nasdem juga tidak terlalu kuat. 

"Anies bukan tanpa beri potensi elektoral, bagaimanapun Nasdem kekurangan dukungan di wilayah Anies yang secara elektoral kuat," jelas Burhanuddin Muhtadi dikutip dari Kompas Tv, Selasa (4/10/2022). 

Namun kata Burhanuddin Muhtadi, coattail effect Anies Baswedan pada perolehan suara Nasdem di Pemilu 2024 masih berupa potensi. 

Artinya, masih ada sejumlah pekerjaan rumah Nasdem agar bisa menciptakan coattail effect pada Pemilu 2024 dalam pencapresan Anies Baswedan

Bisa jadi kata Burhanuddin Muhtadi, pendukung Anies Baswedan senang dengan deklarasi Capres yang dilakukan oleh Nasdem. Namun, belum tentu memilih Nasdem di Pemilu 2024.

Apalagi melihat sejarah Nasdem yang membela mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok di Pilkada DKI 2017. 

"Jangan-jangan pendukung Anies senang dengan pencalonan Anies di Nasdem tapi belum tentu pilih Nasdem karena kimiawi politik dengan Nasdem dan pendukung Anies relatif baru bahkan saat Anies menang 2017 Nasdem tidak dukung Anies tapi dukung Ahok," bebernya. 

Maka kata Burhanuddin Muhtadi, dengan waktu yang panjang ini hingga Pemilu 2024 ada dua tugas besar Nasdem dalam mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres. 

Pertama mencari partai lain yang mau berkoaliasi. Sebab, kursi Nasdem tidak cukup apabila sendirian mengusung Anies Baswedan.

Baca juga: Elektoral Partai Meroket usai Usung Anies Baswedan, NasDem Jaktim Bakal Mati-matian Menangkan Anies

Saat ini ada dua partai yang kemungkinan bergabung dengan Nasdem yakni PKS dan Partai Demokrat. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved