Berita Video

VIDEO Pemerintah Bentuk TGIPF Untuk Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap peristiwa tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak hanya diselesaikan oleh PSSI, pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap peristiwa Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 
Menkopolhukam Mahfud MD pun mengungkap siapa saja isi TGIPF yang akan menjadi tim utama penyelesaian kasus Kanjuruhan. 
Mahfud MD mengatakan pembentukan TGPF diperlukan lantaran tewasnya 125 orang dalam pertandingan sepak bola Arema FC Vs Persebaya Surabaya sangat serius. 


Peristiwa ini menjadi peristiwa terbesar ketiga di dunia yang menelan korban meninggal dunia karena pertandingan sepak bola.
Di mana posisi pertama dipegang Peru dengan 328 korban jiwa kemudian disusul Ghana 126 jiwa dan Indonesia 125 korban jiwa. 
Maka kata Mahfud MD, sesuai perintah Presiden Jokowi, Menkopolhukam membentuk TGIPF 

Baca juga: Menkopolhukam Mahfud MD Pimpin Tim TGIPF untuk Mengusut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan


"Kalau korban tidak bertambah, maka kita jadi negara terbesar ketiga yang sepak bola makan korban di dunia. Maka presiden menyatakan belasungkawa sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan perintahkan kita untuk uraikan intruksi yang disampaikan presiden," bebernya di Kantor Kemenkopolhukam pada Senin (3/10/2022). 
Tugas TGIPF kata Mahfud MD ialah mengungkap peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. 

Baca juga: Mahfud MD Pimpin TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Bekas Striker Timnas dan Mantan Pimpinan KPK Jadi Anggota


Tim tersebut akan dipimpin sendiri oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Anggotanya kata Mahfud MD akan ditetapkan paling lama 24 jam semenjak konferensi pers Senin siang. 
Nantinya, TGIPF tragedi Kanjuruhan akan diisi oleh pejabat atau perwakilan kementerian yang terkait, kemudian organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat akademisi, dan media massa. 
Mahfud MD berjanji, TGIPF itu akan mengungkap peristiwa Kanjuruhan dalam waktu tiga minggu lamanya. 
"Nanti akan diumumkan secepatnya itu yang tugasnya kira-kira akan diselesaikan dua atau tiga minggu ke depan," beber Mahfud MD. 

Baca juga: Mahfud MD Umumkan Tim Fakta Tragedi Kanjuruhan, Ada Nama Kurniawan Dwi Yulianto dan Rhenald Khasali


Berikut susunan anggota TGIPF Tragedi Kanjuhuran:
Ketua: Menko Polhukam Mahfud MD
Wakil Ketua: Menpora Zainuddin Amali
Sekretaris: Mantan Jampidum/Mantan Dep III Kemenko Polhukam Nur Rochmad
Anggota:
1. Rhenald Kasali (Akademisi/UI);
2. Sumaryanto (Rektor UNY);
3. Akmal Marhali (Pengamat Olahraga/Koordinator Save Our Soccer);
4. Anton Sanjoyo (Jurnalis Olahraga-Harian Kompas);
5. Nugroho Setiawan (Mantan pengurus PSSI dengan Lisensi FIFA);
6. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (mantan kepala BNPB);
7. Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketum 1 KONI);
8. Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (Mantan Wakapolda Kalimantan Barat);
9. Laode M Syarif (Kemitraan/Mantan Wakil Ketua KPK); dan
10. Kurniawan Dwi Yulianto (mantan pemain tim nasional sepak bola).

Baca juga: Mahfud MD Minta Polri Segera Ungkap Pelaku Tragedi Kanjuruhan, Pangima TNI Diminta Tindak Anggotanya


Sementara menunggu hasil kerja TGIPF, Mahfud MD mendesak Kapolri agar segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 
Polri juga diminta melakukan evaluasi dalam penanganan terhadap penyelenggara keamanan di daerah setempat. 
Diketahui sebelumnya 125 orang dinyatakan meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Baca juga: Bentuk TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Mahfud MD Bakal Pilih Anggotanya Dalam Waktu 24 Jam


Mereka yang tewas lantaran terinjak-injak dan sesak nafas saat berupaya mencari jalan keluar dari Stadion Kanjuruhan. 
Kepanikan suporter Aremania yang hendak keluar stadion dipicu dari gas air mata yang dilontarkan oleh polisi sesaat ribuan penonton menorobos masuk ke tengah lapangan Stadion Kanjuruhan. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved