Berita Video

VIDEO Bangunan Liar yang Menghambat Aliran Air di BKT Masih Berdiri Kokoh

Puluhan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Duren Sawit, Jakarta Timur, masih berdiri kokoh.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT - Puluhan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Duren Sawit, Jakarta Timur, masih berdiri kokoh.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, tepat pada Senin (3/10/2022), bangunan liar tersebut juga masih nampak beroperasi, dan bagian dalamnya juga terlihat terdapat para penghuni.

Mengingat lingkungan tersebut didominasi dari tempat pengepul barang bekas, beberapa masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung di sekitar wilayah itu masih nampak beroperasi juga.

Hal ini tentu tidak sesuai dengan kebijakan yang disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur, untuk menggusur secara merata bangunan liar disepanjang jalan tersebut.

Diketahui sebelumnya, terdapat belasan bangunan liar yang berdiri di atas saluran BKTbditertibkan pada Selasa (27/9/2022).

Proses penertiban tersebut juga sempat mengalami hambatan untuk dirobohkan, sebab beberapa bangunan merupakan posko sebuah ormas menolak.

Baca juga: Bangunan Liar yang Menghambat Aliran Air di BKT Masih Berdiri Kokoh

Namun, hal itu dijelaskan Lurah Pondok Kopi, Hardi Ananda, bisa diatas dengan mencari solusi jalan tengah.

"Setelah tadi kita tinjau ada sekitar 16 bangunan yang kami lakukan pembongkaran, namun satu bangunan kita lakukan proses satu kali 24 jam lagi untuk mereka membongkar pribadi," kata Hardi, Selasa (27/9/2022).

Menurut Hardi, tujuan penertiban bangunan liar itu guna melakukan pembersihan terhadap saluran air di sepanjang Pondok Kopi.

Baca juga: Hambat Saluran Air, Belasan Bangunan Liar di Pinggir Banjir Kanal Timur Duren Sawit Dibongkar

"Penertiban ini adalah hari ini ada dalam rangka pembersihan menjelang musim hujan kita fokus terhadap saluran di BKT Pondok Kopi," lugasnya.

Penertiban tersebut juga dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kelurahan pondok kopi untuk membongkar belasan bangunan liar tersebut.

Selain itu, penertiban tersebut juga didasari atas laporan warga yang mengeluhkan kerap menemukan tumpukan sampah di wilayah tersebut, dan juga orang membakar sampah sembarangan.

Baca juga: Antisipasi Adanya Kembali Bangunan Liar, KAI Patroli di Kawasan Gunung Antang

"Ini juga laporan dari masyarakat bahwa kerap terjadi pembakaran sampah liar dan berapa kali ditemukan banyak sampah di sekitar sini yang menghambat saluran di wilayah aliran ini," imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Hardi menjelaskan akan melakukan antisipasi dengan menanam tanaman di lokasi bekas ditertibkan, guna bangunan liar tidak kembali dibangun.

"Nanti kita akan tanam tanaman-tanaman di sekitar lokasi yang kami lakukan pembongkaran sehingga nanti tidak ada lagi bangunan yang berdiri di lokasi, dan bekerja sama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) untuk menguras aliran air," pungkasnya .m37

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved