Segera Jalani Persidangan, Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditahan di Rutan Polres Metro Bekasi Kota

Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja yang segera menjalani persidangan akan dititipkan sementara di Rutan Polres Metro Bekasi Kota.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi menerima tersangka dan barang bukti berkas perkara terkait kasus yang menjerat organisasi keagamaan Khilafatul Muslim, Senin (3/10/2022). Adapun Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja yang segera menjalani persidangan akan dititipkan sementara di Rutan Polres Metro Bekasi Kota. 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN - Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kota Bekasi, Yadi Cahyadi mengatakan dari berkas perkara 11 tersangka kasus Khilafatul Muslimin yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, 4 tersangka dianggap sudah lengkap.

Artinya 4 tersangka, yakni bernama Abdul Qadir Hasan Baraja, Indra Fauzi, Abdul Aziz, dan Ahmad Shobirin akan dilakukan penahanan di Rutan Polres Metro Bekasi Kota. Sementara 7 lainnya akan dikembalikan ke Polda Metro Jaya untuk kembali melengkapi berkas yang ada.

"Jadi para tersangka ini akan ditahan di rutan Polres Metro Bekasi Kota sejak tanggal 3 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 22 Oktober 2022," kata Yadi Cahyadi, Senin (3/10/2022).

Diungkapkan oleh Yadi, 4 tersangka termasuk di antaranya pimpinan Khilafatul Muslimin yaitu Abdul Qadir Hasan Baraja akan menempati sel tahanan khusus yang tidak tercampur tahanan lainnya.

Pihaknya pun juga sudah berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota terkait pengamanan.

"Tahan ini sementara kita berkoordinasi dengan pihak Polres Bekasi Kota untuk menjaga keamanan juga kita titipkan di rutan polres. Mereka nanti terpisah dengan tahanan lain," katanya.

Baca juga: Menkopolhukam Mahfud MD Pimpin Tim TGIPF untuk Mengusut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Dengan lengkapnya berkas 4 tersangka termasuk pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja, Kejari Kota Bekasi akan segera menyerahkan berkas tersebut ke Pengadilan Negeri Kota Bekasi untuk tahapan jadwal persidangan.

"Untuk selanjutnya dari penyerahan tersangka dan barang bukti hari ini segera kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Bekasi," ujarnya.

Kehadiran Khilafatul Muslimin yang memiliki ideologi Khilafah dianggap bertentangan dengan Ideologi Pancasila. Bahkan, sempat dikabarkan ada gerakan makar.

Namun, dalam perkara ini, justru disangkakan dengan pasal 59 ayat 4 huruf c Jo pasal 82 A ayat 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017.

Baca juga: Kejari Kota Bekasi Terima Berkas Perkara Khilafatul Muslimin serta Uang Tunai Rp 2 miliar

Pasal tersebut Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 tahun 2017 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi Undang Undang Jo pasal 55 Ke 1 KUHP.

Serta pasal 14 ayat (1) Undang Undang No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo pasal 55 Ke 1 KUHP.

Sedangkan Abdul Qadir Hasan Baraja disangkakan pasal Pasal 5 ayat (1) undang undang Nomor 10 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 Ke 1 KUHP. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved