Rusuh Arema Persebaya

Presiden Jokowi Beri Santunan Rp50 juta Untuk Setiap Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan santunan kepada korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan sebanyak Rp50 juta.

DOK YouTube Sekretariat Presiden
Jokowi Sampaikan Duka Cita pada Tragedi Kanjuruhan atau Kerusuhan Arema FC Persebaya. Jokowi memberikan santunan Rp50 Juta untuk setiap korban meninggal dunia sebagai rasa empati kepala negara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah atau Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan santunan kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan sebanyak Rp50 juta.

Menurut Mahfud MD untuk korban luka dalam tragedi Kanjuruhan ini semua biaya perobatan dan perawatan akan ditanggung oleh negara.

Untuk penyaluran dana santunan Rp50 juta bagi 125 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan ini akan dilakukan dalam satu sampai 3 hari ke depan.

"Sebagai tanda bela sungkawa, meskipun hilangnya naywa itu tidak bisa dinilai dengan uang berapapun harganya. Tapi Presiden memberi santunan kepada korban jiwa Rp50 juta. Ini tidak dilihat jumlahnya tapi empati dari Kepala Negara," kata Mahfud dalam tayangan di Kompas TV, Senin (3/10/2022).

Sebelumnya Mahfud MD mengatakan sesuai rapat koordinasi penanganan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang, pemerintah Indonesia akan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap kasus peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022.

Tim untuk mengungkap tragedi Kanjuruhan ini katanya akan dipimpin langsung olehnya selaku Menko Polhukam dan anggotanya akan ditetapkan dalam 24 jam ke depan dari berbagai pihak dan elemen.

Baca juga: Masih Suasana Duka Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Ogah Komentari Deklarasi Pencapresan Anies Baswedan

"Presiden kemarin sudah menyatakan Bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan memerintahkan kita untuk menguraikan instruksi yang kemarin disampaikan oleh Presiden. Sehingga disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Pertama untuk mengungkap kasus peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta," kata Mahfud usai rapat koordinasi Penanganan Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenko Polhukam seperti ditayangkan Kompas TV, Senin (3/10/2022).

"TGIPF yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam yang keanggotaannya akan ditetapkan paling lama dalam 24 jam ke depan," ujar Mahfud.

Nantinya, kata dia, tim akan terdiri dari pejabat atau perwakilan Kementerian yang terkait, kemudian organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi dan media massa.

Baca juga: Mahfud MD Minta Polri Segera Tetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

"Maka nanti tim akan diumumkan secepatnya. Itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan dalam 2 atau 3 minggu ke depan," ujar Mahfud.

Adapun tugas atau langkah jangka pendek, kata Mahfud adalah meminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan ini segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi Kanjuruhan.

"Karena tentunya sudah dilakukan, supaya segera diumumkan siapa pelaku pidana dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak. Diminta agar Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat,"

"Kepada Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku, karena di dalam video-video yang beredar ada jugaTNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan diluar kewenangannya. Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua," katanya.

Kepada PSSI, kata Mahfud, agar melakukan tindakan ke dalam secepatnya. "Agar PSSI ini bisa dikendalikan secara baik," kata Mahfud.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved