Rusuh Arema Persebaya

Periksa Direktur LIB hingga Panpel Arema, Polri Temukan Unsur Kelalaian di Tragedi Kanjuruhan

Tim investigasi Polri menemukan unsur kelalaian dalam tragedi Kanjuruhan usai gelar perkara dan memeriksa Direktur LIB hingga panpel Arema.

SURYA/SUGIHARTO
Mobil polisi yang dirusak dalam tragedi Kanjuruhan, dimana 125 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Polri menemukan indikasi adanya unsur kelalaian dalam tragedi ini 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Setelah memeriksa 20 saksi termasuk Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panitia Penyelenggara dari Arema FC, dan Kadispora Jawa Timur dalam kasus tragedi Kanjuruhan, tim investigasi dari Bareskrim Polri langsung melakukan gelar perkara atas dugaan adanya kelalaian yang menyebabkan peristiwa tersebut.

Hasilnya tim menemukan unsur kelalaian yang menyebabkan matinya orang dan luka berat dalam tragedi Kanjuruhan, seperti termaktub dalam Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 KUHP.

Karenanya tim investigasi Polri menaikkan status kasus tragedi Kanjuruhan dari penyelidikan ke penyidikan. Ini artinya ke depan tim investigasi Polri akan menentukan tersangka dalam tragedi Kahujuran dengan menentukan alat bukti yang ada, karena unsur adanya kelalaian sudah ditemukan.

Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo seperti ditayangkan di akun Facebook Suryamalaang.tribun, Senin (3/10/2022) malam.

"Tim melakukan pemeriksaan 20 saksi terkait Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 KUHP (tentang kelalaian yang menyebabkan matinya orang atau luka berat)," kata Dedi.

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara, tim meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan," tambah Dedi.

Baca juga: Mahfud MD Umumkan Tim Fakta Tragedi Kanjuruhan, Ada Nama Kurniawan Dwi Yulianto dan Rhenald Khasali

Dengan meningkatnya status ke penyidikan, maka Polri menemukan adanya unsur kelalaian dalam tragedi Kanjuruhan dan tinggal menentukan tersangkanya.

"Tentunya sesuai mekanisme dalam menentukan tersangka, harus melewati gelar perkara. Nah yang 4 tadi sudah diperiksa sebagai saksi dulu ya. Lalu sudah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Proses itu harus dilalui semuanya sebelum menentukan tersangka," katanya.

Sebelumnya Dedi mengatakan tim investigasi Bareskrim Polri akan memeriksa sejumlah saksi terkait tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/20220).

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Santunan Rp50 juta Untuk Setiap Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Pemeriksaan yang dijadwalkan Senin (3/10/2022) hari ini terkait tragedi Kanjuruhan, akan dilakukan terhadap Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panitia Penyelenggara dari Arema FC dan Kadispora Jawa Timur.

Seperti diketahui dalam tragedi Kanjuruhan ini sedikitnya 125 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

"Tim investigasi Polri dari Bareskrim akan melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Antara lain dari Direktur LIB, kemudian Ketua PSSI Jawa Timur, kemudian Ketua Panitia Penyelenggara dari Arema, kemudian Kadispora Provinsi Jawa Timur yang dimintai keterangan oleh tim penyidik hari ini," kata Dedi Prasetyo.

Baca juga: Melihat Peristiwa Tragedi Kanjuruhan Secara Objektif 

Selain itu kata Dedi, tim investigasi dari Puslabfor Polri juga mendalami dan menganalisa 32 buah CCTV yang ada di sekitar Stadion Kanjuruhan dan beberapa lokasi.

"Kemudian juga melakukan analisis terhadap 2 DVR. Labfor juga melakukan pemeriksaan dan menganalisa 6 handphone. Dari 6 buah HP tersebut berhasil diidentifikasi adalah 3 milik korban dan 3 handphone lagi masih diproses karena dipassword, jadi agak sulit dan didalami oleh tim," ujar Dedi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved