Rusuh Arema Persebaya

Mahfud MD Minta Polri Segera Tetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Menko Polhukam Mahfud MD meminta Polri segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang.

Akun YouTube Kompas TV
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah akan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang, usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Pihaknya juga meminta Polri segera mengumumkan pelaku tindak pidana tragedi Kanjuruhan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menko Polhukam Mahfud MD menuturkan pemerintah meminta Polri segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang.

Dengan mengungkap dan menetapkan tersangka pelaku kata Mahfud merupakan bagian dari tugas atau langkah jangka pendek dalam menangani dan mengungkap tragedi Kanjuruhan.

"Diminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan ini segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi Kanjuruhan. Karena tentunya sudah dilakukan, supaya segera diumumkan siapa pelaku pidana dari ini, yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak," kata Mahfud usai rapat koordinasi Penanganan Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenko Polhukam seperti ditayangkan Kompas TV, Senin (3/10/2022).

"Juga diminta agar Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat," katanya.

Mahfud mengatakan sesuai rapat koordinasi penanganan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang, pemerintah Indonesia akan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap kasus peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022.

Tim untuk mengungkap tragedi Kanjuruhan ini katanya akan dipimpin langsung olehnya selaku Menko Polhukam dan anggotanya akan ditetapkan dalam 24 jam ke depan dari berbagai pihak dan elemen.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta, Ungkap Tragedi Kanjuruhan

"Presiden kemarin sudah menyatakan Bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan memerintahkan kita untuk menguraikan instruksi yang kemarin disampaikan oleh Presiden. Sehingga disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Pertama untuk mengungkap kasus peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta," kata Mahfud.

"TGIPF yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam yang keanggotaannya akan ditetapkan paling lama dalam 24 jam ke depan," ujar Mahfud.

Nantinya, kata dia, tim akan terdiri dari pejabat atau perwakilan Kementerian yang terkait, kemudian organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi dan media massa.

Baca juga: Jakmania Minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas: Ini Duka Indonesia, Kami Ingin Jawaban!

"Maka nanti tim akan diumumkan secepatnya. Itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan dalam 2 atau 3 minggu ke depan," ujar Mahfud.

Adapun tugas atau langkah jangka pendek, kata Mahfud adalah meminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan ini segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi Kanjuruhan.

"Karena tentunya sudah dilakukan, supaya segera diumumkan siapa pelaku pidana dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak. Diminta agar Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat," katanya.

Baca juga: Jakmania Minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas: Ini Duka Indonesia, Kami Ingin Jawaban!

"Kepada Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku, karena di dalam video-video yang beredar ada jugaTNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan diluar kewenangannya. Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua," katanya.

Kepada PSSI, kata Mahfud, agar melakukan tindakan ke dalam secepatnya. "Agar PSSI ini bisa dikendalikan secara baik," kata Mahfud.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved