Berita Video

VIDEO Jokowi Perintahkan Iwan Bule Untuk Berhentikan Liga 1 Indonesia

Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Umum PSSI Iwan Bule untuk menghentikan Liga 1 sepak bola Indonesia hingga waktu yang tidak ditentukan. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Umum PSSI Iwan Bule untuk menghentikan Liga 1 sepak bola Indonesia. Liga 1 Indonesia dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. 
Pengumuman penghentian Liga 1 Indonesia itu diumumkan Jokowi usai kematian 129 orang dalam tragedi kerusuhan Arema FC Vs Persebaya yang berlangsung di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam. 


Dalam keterangannya, Jokowi mengucapkan turut berduka cita atas kematian 129 orang dalam pertandingan olahraga tersebut. 
Jokowi mengaku sudah memerintahkan Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk terus memonitor khusus dan memberikan pelayanan medis bagi korban yang dirawat di rumah sakit agar bisa mendapatkan pelayanan terbaik. 

Baca juga: Pertandingan Arema vs Persebaya Sempat Diusulkan Sore Hari dengan Alasan Keamanan Tapi Ditolak


Jokowi juga mengaku  telah memerintahkan Menpora (menteri pemuda dan olahraga), Ketua Umum PSSI, dan Kapolri untuk evaluasi menyeluruh tentang penyelenggaraan sepak bola dan prosedur pengamanan penyelenggara. 
Polri juga diperintahkan untuk mengusut dan investigasi kasus yang menewaskan 129 orang itu. 
Selain itu, perhari Minggu 2 Oktober ini, Jokowi memastikan Liga 1 ditiadakan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Rusuh Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Suporter Arema Saksikan Orang Tua Tewas di Depan Mata


Baca juga: Liga 1: Korban Kerusuhan Kanjuruhan Tewas Akibat Trauma di Kepala, Terinjak, Hingga Cedera Otak
“Saya juga perintahkan PSSI untuk hentikan sementara liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” jelas Jokowi. 

Baca juga: Jokowi Sampaikan Duka Cita Pada Kerusuhan Arema FC Persebaya, Beri Perintah Khusus untuk Kapolri


Jokowi berharap tragedi kerusuhan Kanjuruhan menjadi tragedi terakhir dalam sepak bola Indonesia. 
Orang nomor 1 di Republik Indonesia itu mengingatkan soal sportivitas dalam pertandingan sepak bola. 

Baca juga: Rusuh Arema vs Persebaya di Kanjuruhan, Liga 1 Dihentikan 1 Pekan


“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa datang, sportivitas, rasa kemanusiaan, dan persaudaraan bangsa Indonesia harus terus dijaga bersama,” pesannya. 
Diketahui sebelumnya 129 orang dinyatakan tewas akibat kerusuhan dalam pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 
Kerusuhan bermula dari suporter Arema FC yang tidak terima kalah atas Persebaya 2-3. 

 


Suporter meringsek masuk ke lapangan dan terjadi keributan dengan aparat polisi yang berakhir penembakan gas air mata. 
Akibatnya, banyak penonton yang tewas lantaran kehabisan nafas saat berebut keluar pintu stadion yang penuh sesak. 

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved