Rusuh Arema Persebaya

Usai 127 Orang Tewas, Bos Arema FC Juragan 99: Tidak Ada Nyawa yang Seharga Sepak Bola

Bos Arema FC Gilang Widya Pramana atau yang biasa disebut Juragan 99 buka suara atas pertandingan timnya yang berakhir rusuh dan menewaskan 127 orang.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Dokumentasi Pribadi
Gilang Widya Pramana, pengusaha muda sukses lewat Juragan 99 itu, saat membuat perayaan ulang-tahun mewah bertema Squid Games untuk Shandy Purnamasari, istrinya, Minggu (10/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bos Arema FC Gilang Widya Pramana atau yang biasa disebut Juragan 99 buka suara atas pertandingan timnya yang berakhir rusuh dan menewaskan 127 orang. 

Di akun instagramnya Juragan 99 mengunggah foto pita putih dengan background hitam. 

Di unggahannya, Juragan 99 tidak menuliskan hal apapun atas tragedi sepak bola di Indonesia itu. 

Namun, di story instagramnya, Juragan 99 mengunggah deretan ambulan yang mengantarkan jenazah korban kerusuhan Kanjuruhan dalam laga pertandingan Arema FC Vs Persebaya. 

Ia menyebut bahwa tidak ada sepak bola yang bisa seharga dengan nyawa. 

“Aremania dan Nita berduka. Tidak ada sepak bola yang seharga nyawa,” tulis unggahan yang direpost oleh Juragan 99 dalam storynya. 

Baca juga: Liga 1: Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Bonek: Nyawa Itu Lebih Berharga dari Sepak Bola

Diketahui sebelumnya 127 orang dinyatakan tewas akibat kerusuhan dalam pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Kerusuhan bermula dari suporter Arema FC yang tidak terima kalah atas Persebaya 2-3. 

Suporter meringsek masuk ke lapangan dan terjadi keributan dengan aparat polisi yang berakhir penembakan gas air mata. 

Akibatnya, banyak penonton yang tewas lantaran kehabisan nafas saat berebut keluar pintu stadion yang penuh sesak. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved