Rusuh Arema Persebaya

Turut Berduka Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mentan Syahrul Yasin Limpo: Semoga Ini yang Terakhir

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo turut berduka atas tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Instagram
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo turut berduka atas tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo turut ikut menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Turut berdukacita atas apa yang menimpa sudara-saudara kita di Malang,” ucap Syahrul, berdasar siaran tertulis, Minggu (2/10/2022).

Bagi Syahrul, dunia sepak bola sendiri sangat dekat dengannya terutama PSM Makassar dan para suporternya, pada saat menjabat Gubernur Sulawesi Selatan dua periode (2008-2018).

Bagi pria yang akrab disapa SYL itu, tragedi tewasnya ratusan orang dalam insiden ini jadi peringatan keras bagi insan olahraga Indonesia supaya selalu mengedepankan persatuan dan persaudaraan.

"Semoga ini tragedi yang terakhir bagi dunia olahraga kita," ungkap SYL.

SYL mengatakan, sepakbola adalah olahraga pemersatu yang harus dijaga bersama untuk kemajuan sebuah bangsa. Melalui olahraga ini, semua orang bisa saling memahami pentingnya sportivitas.

Baca juga: Imbas Kerusuhan di Kanjuruhan, Ketua IPW Sugeng: Seharusnya Ketum PSSI Malu dan Mengundurkan Diri

Baca juga: Jadi Perhatian Dunia, Pertandingan LaLiga Spanyol akan Mengheningkan Cipta Tragedi Kanjuruhan

"Karena itu olahraga ini merupakan pemersatu bagi kita semua. Jangan ada lagi tragedi seperti ini, jangan ada lagi korban jiwa berjatuhan," kata SYL.

Seperti diketahui, pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk kemenangan Persebaya tersebut mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.

Adapun berdasar pendataan sementara, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 180 orang. Semua jenazah itu masih berada di 10 rumah sakit di Kabupaten dan Kota Malang.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved