Rusuh Arema Persebaya

Rusuh Arema vs Persebaya di Kanjuruhan, Penggunaan Gas Air Mata Jelas Menyalahi Aturan FIFA

Penanganan kerusuhan suporter dengan gas air mata di Stadiion Kanjuruhan pada laga Arema vs Persebaya sangat jelas menyalahi aturan FIFA.

Editor: Rendy Renuki
Surya/Purwanto
Penanganan kerusuhan suporter dengan gas air mata di Stadiion Kanjuruhan pada laga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022), sangat jelas menyalahi aturan FIFA. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kerusuhan terjadi pada laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Kerusuhan suporter itu membuat korban jiwa berjatuhan setidaknya hingga 129 orang di laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 itu.

Kerusuhan terjadi akibat ribuan dari suporter Aremania turun ke lapangan, begitu di lapangan mereka mendapatkan adangan dari aparat yang berjaga.

Dalam penanganan itu, terlihat pihak kepolisian yang bertugas menggunakan gas air mata untuk mengurai suporter, yang diduga pula ini jadi penyebab banyaknya korban jiwa berjatuhan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Pihak kepolisian menggunakan gas air mata karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk ke area lapangan.

Setelah penembakan gas air mata, suporter berhamburan ke pintu 12 dan membuat area itu mengalami penumpukan.

Akan tetapi, penembakan gas air mata itu justru membuat para suporter mengalami sesak napas.

"Saat terjadi penumpukan, itu jadi banyak yang mengalami sesak napas," kata Nico Afinta saat konferensi pers, Minggu (2/10/2022).

Penanganan kerusuhan suporter di Kanjuruhan dengan gas air mata itu pun sangat jelas menyalahi aturan FIFA.

Federa Sepak Bola Dunia melarang keras penggunaan gas air mata saat penanganan keamanan di pertandingan sepak bola.

Aturan tersebut ditulis di pasal Laws of the Game FIFA, tepatnya pada pasal 19.

Pasal tersebut secara tegas menyatakan jika standar pengamanan di stadion tidak diperbolehkan menggunakan gas air mata.

"Untuk melindungi pemain dan ofisial serta menjaga ketertiban umum, mungkin perlu untuk menempatkan penjaga di sekeliling lapangan permainan. ketika melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan," tulis Pasal 19 Laws of the Game FIFA.

"Setiap penjaga atau petugas polisi yang ditempatkan di sekitar lapangan permainan kemungkinan besar akan direkam di televisi, dan perilaku serta penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat," bunyi pasal 19 ayat A.

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Kerusuhan Stadion Kanjuruhan saat Arema vs Persebaya

"Senjata api atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan," keterangan pasal 19 ayat B.

Maka jelas penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat laga Arema vs Persebaya sudah menyalahi prosedur Laws of the Game FIFA.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved