Rusuh Arema Persebaya

Presiden Jokowi Minta Kapolri Usut Tuntas Rusuh Arema Persebaya, Liga 1 2022/2023 Dihentikan

Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas rusuh Arema Persebaya, dan minta Liga 1 2022/2023 dihentikan.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri segera usut tuntas rusuh Arema Persebaya, dan menghentikan sementara Liga 1 2022/2023. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat terpukul saat tahu rusuh Arema Persebaya menelan banyak korban jiwa.

Seperti diketahui, laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya, berakhir rusuh dan jatuh korban jiwa sebanyak 130 orang.

Ini menjadi tragedi kemanusiaan terbesar di olahraga sepak bola, baik nasional maupun dunia.

“Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya 129 orang karena pertandingan sepak bola,” ujar Jokowi dikutip dari Kompas TV, Minggu (2/10/2022).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga minta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur memonitor layanan medis.

“Agar para korban mendapat layanan yang terbaik,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga mmerintahkan Kapolri, Menpora, PSSI untuk mengevaluasi tentang penyelenggraan sepak bola, dan prosedur pengamanan.

“Khusus untuk Kapolri saya minta usut tuntas kasus ini, cari akar masalahnya,” tegas Jokowi.

Baca juga: Mabes Polri Kirim Tim DVI ke Malang untuk Percepat Identifikasi, Buntut Rusuh Arema Persebaya

Presiden Jokowi juga minta PSSI untuk menghentikan Liga 1 2022/2023 sampai kasus rusuh Arema Persebaya ini tuntas, dan ada perbaikan di bidang penyelenggaraan sepak bola.

“Ini harus menjadi tragedi terakhir, tak ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini. Saya tak mau!” ucap Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sangat menyesalkan kejadiannya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang menelan korban meninggal dunia sebanyak 129 orang.

Menpora Amali pun langsung meresponsnya dengan terbang ke Malang bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: 5 Kerusuhan Pertandingan Sepak Bola di Dunia yang Menimbulkan Korban Jiwa hingga Ratusan Orang

“Ya (Menpora) langsung ke Malang sama Pak Kapolri juga,” kata Indra Jayaatmaja, Kabag Humas Kemenpora.

Seperti diketahui, kejadian di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang terjadi usai Arema FC ditaklukkan Persebaya Surabaya, 2-3.

Setelah pertandingan usia, ribuan suporter Arema FC yang tak terima tim kesayangannya kalah mulai turun ke lapangan. Mereka pun berhadapan dengan aparat yang berjaga.

Saat penghadangan, aparat dalam hal ini petugas Kepolisian mulai menembakkan gas air mata ke arah Stadion.

Baca juga: Wajah Tegang Tim Persebaya Saat Dievakuasi dari Kanjuruhan Pakai Barracuda

Penembakan gas air mata ini pun membuat suporter lari kocar-kacir dan menumpuk di salah salah satu pintu keluar yang diduga banyak korban berjatuhan di area ini karena gas air mata dan kesulitan bernapas.

PSSI dan PT LIB merespon kejadian ini dengan menghentikan jalannya Liga 1 2022/2023 selama satu pekan dan akan melakukan investigasi.

“Saya harap ini jadi pembelajaran betul-betul buat kita supaya tidak terulang lagi. Bukan hanya di Kanjuruhan ya tapi di semua tempat, di Stadion si Jalak Harupat, Gelora Bandung Lautan Api, dan lain-lain. Saya kira sudah harus waspada untuk itu dan saya minta PSSI dan LIB untuk melakukan investigasi terhadap kenapa ini terjadi,” tegas Menpora.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved