Rusuh Arema Persebaya

Presiden FIFA Soroti Tragedi Kesuruhan Stadion Kanjuruhan: Di Luar Nalar

Presiden FIFA Gianni Infantino turut menyoroti tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Editor: Rendy Renuki
Getty Image/bbc.co.uk
Presiden FIFA Gianni Infantino menyoroti insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino turut menyoroti tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Infantino mengatakan jika trageti usai laga Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu terjadi di luar nalar.

Pasalnya insiden tersebut menelan ratusan korban jiwa. Tercatata menurut data pihak Arema FC, setidaknya ada 182 korjan jiwa di tragedi Kanjuruhan.

"Dunia sepak bola sedang syok menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan," kata Infantino di situs resmi FIFA, Minggu (2/10/2022).

"Ini adalah hari yang gelap untuk semua yang terlibat dalam sepak bola dan tragedi di luar nalar. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini," lanjutnya.

Tak hanya itu, Infantino juga turut menyampaikan doa kepada keluarga korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang terluka, bersama dengan rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Asosiasi Sepak Bola Indonesia, dan Sepak Bola Indonesia. Liga, pada saat yang sulit ini," pungkas Infantino.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya yang berkesudahan 3-2 bagi kemenangan Persebaya.

Suporter Arema, Aremania, yang tidak terima dengan kekalahan tim kesayangannya mencoba merangsek masuk ke tengah lapangan.

Namun akibat ulah sejumlah oknum suporter itu, memancing Aremania lainnya untuk ikut masuk ke lapangan.

Alhasil, kericuhan antara suporter dengan aparat keamanan gabungan TNI/Polri pun tak bisa terhindarkan.

Pihak keamanan yang mencoba membubarkan konsentrasi massa di dalam lapangan, menjalankan tugasnya mengurai massa suporter.

Baca juga: Rusuh Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Suporter Arema Saksikan Orang Tua Tewas di Depan Mata

Sayang, massa yang merupakan Aremania lepas kendali dan menyerang balik pihak kemanana.

Sehingga aparat keamanan pun membalas dengan menembakkan gas air mata ke beberapa arah kerumunan suporter.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved