Rusuh Arema Persebaya

Polisi Tabrak Aturan FIFA, Irjen Nico Afinta: Gas Air Mata Boleh saat Atasi Rusuh Arema Persebaya

Sikap tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menimbulkan pro kontra saat menangani rusuh suporter Arema Persebaya dengan gas air mata.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Valentino Verry
pos kupang
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta terpaksa 'menabrak' aturan FIFA soal penggunaan gas air mata di pertandingan sepak bola. Sikap tegas itu disayangkan para pecinta sepak bola, karena menimbulkan dampak fatal pada rusuh Arema Persebaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya hingga pagi ini dilaporkan sudah menelan korban jiwa 129 orang.

Kerusuhan terjadi akibat ribuan dari suporter Aremania turun ke lapangan, begitu di lapangan mereka mendapatkan adangan dari aparat yang berjaga.

Dalam penanganan itu, terlihat pihak kepolisian yang bertugas menggunakan gas air mata untuk mengurai suporter, yang diduga pula ini jadi penyebab banyaknya korban jiwa berjatuhan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan justru penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Pihak kepolisian menggunakan gas air mata karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk ke area lapangan.

Setelah penembakan gas air mata suporter berhamburan ke pintu 12 dan membuat area itu mengalami penumpukan.

“Saat terjadi penumpukan, itu jadi banyak yang mengalami sesak napas,” kata Nico Afinta saat konferensi pers, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Piala Dunia 2022: Polemik Kewarganegaraan Byron Castillo Belum Usai, Chile Ambisius Gantikan Ekuador

“Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi, semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam in,” sambungnya.

Sementara itu, larangan penggunaan gas air mata di dalam Stadion sebenarnya sudah ada dalam regulasi FIFA.

Hal itu tertuang pada pasal 19 b, pengamanan pinggir lapangan mengenai regulasi keamanan dan keselamatan Stadion.

“Senjata atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan,” tulis aturan tersebut dalam regulasi FIFA.

Baca juga: Mengerikan, Korban Rusuh Arema Persebaya Banyak yang Cedera Otak

Dengan begitu penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sudah menyalahi prosedur keselamatan dan keamanan yang dibuat FIFA.

Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer, prihatin atas kerusuhan yang terjadi pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Menurut Akmal, ini adalah laga sepak bola yang menelan korban jiwa paling banyak di Indonesia, bahkan dunia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved