Rusuh Arema Persebaya

Pertandingan Arema vs Persebaya Sempat Diusulkan Sore Hari dengan Alasan Keamanan Tapi Ditolak

Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan sempat diusulkan untuk digelar pada sore hari dengan alasan keamanan tapi ditolak.

Foto oleh AFP/adelaide.com
Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan yang berakhir dengan kerusuhan ternyata sempat diusulkan untuk digelar pada sore hari dengan alasan keamanan tapi ditolak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur ternyata sempat diusulkan untuk digelar pada sore hari dengan alasan keamanan tapi ditolak.

Pertandingan antara dua tim dengan rivalitas tinggi yaitu Arema FC vs Persebaya Surabay digelar Sabtu (1/10/2022) malam pukul 20.00 WIB berakhir kerusuhan dengan memakan ratusan korban jiwa. 

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris mengatakan sebelum pertandingan, pihak tuan rumah yaitu Arema FC sudah mencoba mengantisipasi jadwal kick off kemalaman tersebut. 

Tim berjuluk Singo Edan mengusulkan untuk pertandingan dimulai sore hari jam 15.30 WIB. Usulan perubahan kick off ini sesuai saran dari kepolisian dan Aremania terkait faktor keamanan.

"Tapi, PT LIB tidak menyetujui perubahan jam kick off,” kata Haris kepada SURYAMALANG.COM, Senin (26/9/2022) lalu. 

Baca juga: Rusuh Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Suporter Arema Saksikan Orang Tua Tewas di Depan Mata

Pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan kemenangan tim tamu dengan skor 2-3. Usai pertandingan, kericuhan terjadi sehingga supportter harus menghadapi pihak keamanan. 

Akibat kejadian itu, menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, sebanyak 129 suporter Aremania meninggal dunia.

Baca juga: Respon Cepat Jokowi Diapresiasi yang Perintahkan Menpora dan Polri Usut Tragedi Kanjuruhan

Sementara Manajer Arema FC Ali Rifki melalui Instagram pribadinya mengunggah insta story, Minggu (2/10/2022).

Ali pun menyayangkan langkah dari pihak kepolisian mengeluarkan gas air mata hingga menyebabkan Aremania, sebutan untuk pendukung Arema FC yang mengalami sesak nafas dan tak sadarkan diri.

“Kenapa saudara-saudaraku ditembaki gas air mata. Kenapaaa,” tulis Ali Rifki di insta storynya @alirifki_87, Minggu (2/10/2022).

Selain itu ia menuliskan kata-kata ‘Duso’ bahasa Jawa yang artinya dosa dan ‘Inalilahiwainailahirojiun, selamat jalan’

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved