Rusuh Arema Persebaya

Manajemen Arema Bakal Buka Crisis Center dan Berikan Santunan kepada Korban Kerusuhan di Kanjuruhan

Manajemen Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Surya/ Sugiharto
Bangkai mobil yang hangus dan terbalik di depan Stadion Kanjuruhan Malang akibat tragedi rusuh Arema vs Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Malang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Laga Arema FC versus Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) berakhir rusuh.

Kerusuhan itu memakan korban sebanyak 130 orang, dua di antaranya dari anggota Polri.

Manajemen Arema FC pun menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam insiden tersebut.

"Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka," kata Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dikutip dari aremafc.com. 

Untuk menindaklanjutinya, manajemen Arema akan membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Turut Berduka Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mentan Syahrul Yasin Limpo: Semoga Ini yang Terakhir

Baca juga: Imbas Kerusuhan di Kanjuruhan, Ketua IPW Sugeng: Seharusnya Ketum PSSI Malu dan Mengundurkan Diri

Baca juga: VIDEO Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jadi Sorotan Dunia Internasional

"Manajemen juga akan membentuk crisis center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit," ujar Haris. 

Manajemen Arema FC juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

"Kepada keluarga  korban, manajemen Arema FC memohon maaf sebesar besarnya serta siap memberikan santunan. Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan," tutur Haris.

Hal senada dikatakan Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana.

BERITA VIDEO: Jokowi Perintahkan Iwan Bule Untuk Berhentikan Liga 1 Indonesia

Dia turut ucapkan duka cita dan prihatin dengan insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Gilang menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh Aremania, masyarakat Malang, dan semua yang terdampak akibat insiden itu.

"Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf kepada seluruh warga Malang Raya yang terdampak atas kejadian ini," kata Gilang.

"Saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa," ujar Gilang. 

"Saya turut merasakan duka yang mendalam dan berbelasungkawa untuk para Aremania yang menjadi korban dalam musibah Kanjuruhan tadi malam, semoga kepada keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan," tutur Gilang.

Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC untuk berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang merawat para korban.

"Saat  ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban. Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat-pusat  kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya  kepada manajemen Arema, " jelas Gilang.

Di sisi lain, Gilang juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

"Kami juga mendukung penuh pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian, dan memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar-benar ketemu titik terang permasalahannya," tegas Gilang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved