Rusuh Arema Persebaya

Mahfud MD Salahkan PT LIB yang Tidak Nurut: Suporter Meninggal karena Sesak Napas

Menko Polhukam Mahfud MD menuding PT LIB yang tidak nurut perintah polisi untuk menggeser waktu pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Editor: Valentino Verry
Tribun
Menko Polhukam Mahfud MD menyalahkan penyelenggara pertandingan Arema Fc vs Persebaya Surabaya yakni PT LIB yang tidak nurut atas perintah pihak keamanan untuk mengubah waktu laga. 

Mobil polisi pun turut menjadi sasaran amukan massa.

Sementara itu, melalui akun resmi Persebaya di Twitter, mereka menjelaskan dalam kondisi aman usai laga.

Para pemain Persebaya sempat tertahan di Stadion Kanjuruhan Malang, tetapi mereka aman saat pulang menggunakan kendaraan taktis (rantis).

"Tim telah keluar dari area stadion dan langsung menuju titik evakuasi agar bisa segera kembali ke Surabaya dan beristirahat," tulis akun resmi Persebaya.

Sementara pemain Arema FC tertahan di ruang ganti pemain.

Mereka yang masih tertahan juga turut membantu menolong korban yang berjatuhan.

Tembakan Gas Air Mata

Sementara, di dalam Stadion Kanjuruhan terjadi kericuhan saat pihak keamanan mencoba mengamankan pemain.

Berdasarkan laporan jurnalis Kompas TV (grup TribunJatim.com), Muhammad Tiawan, suporter berbondong-bondong masuk ke lapangan seusai laga.

Pihak keamanan mencoba mengamankan kondisi dengan menembakkan gas air mata ke bagian bawah pagar pembatas.

Nahasnya, asap gas air mata yang mereka lontarkan mengarah ke tribune dan mengepul di sisi selatan.

Asap tersebut disinyalir menjadi penyebab suporter sesak napas dan pingsan, bahkan memakan korban jiwa.

PSSI Kecam Kericuhan

Imbas pertandingan Arema FC vs Persebaya pun membuat PSSI bereaksi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved