Rusuh Arema Persebaya

Mahfud MD Salahkan PT LIB yang Tidak Nurut: Suporter Meninggal karena Sesak Napas

Menko Polhukam Mahfud MD menuding PT LIB yang tidak nurut perintah polisi untuk menggeser waktu pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Editor: Valentino Verry
Tribun
Menko Polhukam Mahfud MD menyalahkan penyelenggara pertandingan Arema Fc vs Persebaya Surabaya yakni PT LIB yang tidak nurut atas perintah pihak keamanan untuk mengubah waktu laga. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD turut mengomentari rusuh Arema Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Seperti diketahui, akibat pertandingan tersebut, 130 orang meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka mulai dari ringan hingga berat.

Aremania ngamuk setelah tim kesayangan mereka kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Mereka lalu menumpahkan amarah dengan masuk ke lapangan, hal ini memicu polisi turun tangan mengamankan hingga menggunakan tembakan gas air mata.

Ternyata, Tindakan itu justru memperkeruh keadaan, korban jiwa sontak berjatuhan di luar dugaan.

Menurut Mahfud MD, aparat keamanan sebenarnya sudah melakukan antisipasi sebelum pertandingan digelar.

Diantaranya dengan mengusulkan agar pertandingan digeser ke sore hari.

“Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam),” kata Mahfud MD dalam akun Instagramnya, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Usai 127 Orang Tewas, Bos Arema FC Juragan 99: Tidak Ada Nyawa yang Seharga Sepak Bola

Selain itu, aparat keamanan juga meminta agar jumlah penonton disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang.

Tapi usul-usul itu tidak dilakukan Panitia Pelaksana pertandingan, dalam hal ini PT LIB.

“Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” katanya.

Mahfud MD menegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan tersebut bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema.

Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton.

Baca juga: Liga 1: Berikut Daftar Nama Korban Meninggal Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

“Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter,” katanya

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved