Rusuh Arema Persebaya

Liga 1: Buntut Kerusuhan di Kanjuruhan, Liga Berhenti Satu Pekan dan Arema Dilarang Jadi Tuan Rumah

Kekalahan yang dialami Arema fc membuat suporter mereka, yaitu Aremania marah yang menjadi awal kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
tribunnews.com
Ilustrasi - Suporter Arema FC dan Persebaya Surabaya bentrok usai laga dua klub besar itu pada laga lanjutan Liga 1 2022/2023 karena ada 127 orang yang meninggal. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Laga yang memertemukan Arema FC versus Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam berakhir ricuh.

Pertandingan itu dimenangi oleh Persebaya dengan skor 3-2.

Tiga gol Persebaya dicetak oleh Silvio Juninho pada menit ke-8, Lelis di menit ke-32, dan Sho Yamamoto pada menit ke-51.

Sedangkan, dua gol Arema dicetak oleh Abel Camara di menit ke-42 dan menit ke-45. 

Hasil itu membuat Persebaya berhasil memutus rekor tidak pernah menang di Malang selama 23 tahun.

Skuad Bajul Ijo, julukan Persebaya Surabaya, juga membayangi posisi Arema di klasemen sementara.

Saat ini, Persebaya ada di posisi kesepuluh klasemen sementara dengan raihan 13 poin dari 11 kali main.

Sedangkan, Arema ada di peringkat kesembilan klasemen sementara usai mengoleksi 14 poin dari 11 penampilan.

Kekalahan yang dialami Arema membuat suporter mereka, yaitu Aremania marah.

Baca juga: RUSUH Arema Persebaya Jadi Berita Utama Media Asing, Penonton Serang Pemain Arema FC

Baca juga: Polisi Tabrak Aturan FIFA, Irjen Nico Afinta: Gas Air Mata Boleh saat Atasi Rusuh Arema Persebaya

Baca juga: Rusuh Arema Persebaya, Pecahkan Rekor Korban Jiwa Laga Sepak Bola, Coreng Liga 1 2022/2023

Ratusan Aremania masuk ke dalam lapangan dan melakukan perusakan.

Sedikitnya empat unit kendaraan kepolisian dan beberapa fasilitas mengalami kerusakan

Bakan, para suporter langsung mengejar para pemain Persebaya Surabaya dan Arema FC sampai masuk ke dalam ruang ganti.

Petugas keamanan TNI Polri sudah berusaha mengalau aksi suporter itu, namun petugas keamanan kewalahan karena kalah jumlah.

Petugas pun terpaksa mengeluarkan gas air mata di dalam lapangan yang membuat banyak suporter tidak sadarkan diri dan dievakuasi ke rumah sakit.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved