Rusuh Arema Persebaya

Imbas Kerusuhan di Kanjuruhan, Ketua IPW Sugeng: Seharusnya Ketum PSSI Malu dan Mengundurkan Diri

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dituntut mundur menyusul kerusuhan di Kanjuruhan yang memakan korban jiwa 130 orang.

Editor: Sigit Nugroho
pssi.org
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan diminta mundur paska kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kerusuhan usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) berimbas terhadap masa depan sepak bola di Tanah Air.

Bahkan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dituntut mundur, karena kerusuhan itu memakan korban jiwa 130 orang.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, Mochamad Iriawan harusnya malu dengan peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan.

"Presiden Jokowi harus memberikan perhatian terhadap dunia sepak bola di Indonesia yang selalu ricuh dan menelan korban jiwa," ucap Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan resminya, Minggu (2/10/2022).

"Kemudian, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) seharusnya malu. Dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional," ujar Sugeng Teguh Santoso.

Baca juga: VIDEO Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jadi Sorotan Dunia Internasional

Baca juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Kapolri Copot Kapolres Malang yang Sudah Benarkan Gas Air Mata

Baca juga: Jadi Perhatian Dunia, Pertandingan LaLiga Spanyol akan Mengheningkan Cipta Tragedi Kanjuruhan

Dengan adanya kejadian tersebut IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut izin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi Liga 1 2022/2023 yang dilakukan PSSI sebagai bahan evaluasi harkamtibmas.

Selain menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola.

Pasalnya, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

Bahkan, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan.

Akibatnya, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan.

BERITA VIDEO: Jokowi Perintahkan Iwan Bule Untuk Berhentikan Liga 1 Indonesia

Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.

Padahal, penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang.

Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga harus mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema FC Malang melawan Persebaya Surabaya.

Kemudian, memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) juga sudah memutuskan untuk menghentikan Liga 1 2022/2023 selama satu pekan.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved