Rusuh Arema Persebaya

Ikut Berduka, Anies Baswedan Berharap Tragedi Serupa Stadion Kanjuruhan Tidak Terulang Kembali

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan turut berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan dan berharap agar peristiwa serupa tidak terulang.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sampaikan duka cita terhadap korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, usai mengisi acara Supermentor 27, di Djakarta Theater XXI, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan ucapan belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Hal tersebut ia sampaikan usai mengisi acara Supermentor 27, yang dilaksanakan di Djakarta Theater XXI, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

"Izinkan kami menyampaikan belasungkawa atas banyaknya korban yang berjatuhan dalam kejadian yang ada di Stadion Kanjuruhan," ujar Anies, pada Minggu (2/10/2022) malam.

Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari, dalam pertandingan sepak bola berikutnya.

Anies sangat prihatin karena banyak orangtua yang hari ini merasakan kedukaan yang luar biasa akibat banyaknya korban yang berjatuhan.

"Dan tentunya kita semua bersama-sama mengevaluasi di tempat kota masing-masing. Agar kejadian serupa tidak boleh terjadi di mana pun dan kapan pun," tegas Anies.

Baca juga: Bicara Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Kalau Takdirnya Bukan Pak Anies, Kita Harus Tetap Dukung

Diberitakan sebelumnya, tragedi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur terjadi tepat usai pertandingan Liga 1 2022/2023 pekan ke-11 antara Arema FC dengan Persebaya, pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Suporter Arema FC yang kecewa dengan kekalahan timnya, turun ke lapangan. Pihak kepolisian yang kelimpungan menahan massa suporter, menghalau dengan cara menembaki tribun dengan gas air mata.

Massa yang panik mencoba keluar dari stadion, tetapi pintu terkunci dan polisi terus mengejar. Padahal, penggunaan gas air mata untuk mengontrol massa yang ricuh, sudah dilarang oleh FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Baca juga: Tragedi Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Pemerintah Diminta untuk Usut Secara Transparan dan Tuntas

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi berharap FIFA tidak menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai dasar untuk memberi hukuman yang tidak menguntungkan bagi pihaknya dan Indonesia.

"Kami (PSSI) terus berkomunikasi dengan FIFA. Kami berharap ini (tragedi Kanjuruhan) tidak menjadi rujukan dan landasan keputusan-keputusan yang tidak baik, dan menguntungkan untuk Indonesia dan PSSI," ujar Yunus saat konferensi pers, Minggu (2/10/2022) sekira pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, Indonesia dan PSSI terancam mendapatkan sanksi berat dari FIFA. Hal tersebut juga mengancam pencabutan hak tuan rumah Piala Dunia U20 yang bergulir di Indonesia pada Mei 2023 mendatang. (m36)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved