Rusuh Arema Persebaya

Hormati Korban Tragedi Kanjuruhan, Ultras Garuda Jakarta Gelar Aksi Tabur Bunga & 1.000 Lilin di GBK

Ultras Garuda Jakarta undang pecinta sepak bola Indonesia untuk berikan doa kepada korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Istimewa
Ultras Garuda Jakarta menggelar 'Aksi Tabur Bunga dan 1.000 Lilin serta Doa Bersama' di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/10/2022), sekira pukul 19.00 WIB. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Sebanyak 131 orang meninggal menyusul kerusuhan usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Untuk mengungkapkan rasa duka yang mendalam, Ultras Garuda Jakarta menggelar 'Aksi Tabur Bunga dan 1.000 Lilin serta Doa Bersama'.

Penghormatan terhadap insiden itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/10/2022), sekira pukul 19.00 WIB.

Dilansir dari informasi yang beredar, undangan tersebut terbuka untuk seluruh pecinta sepak bola Indonesia.

Bagi yang berencana datang, diharapkan satu orang membawa dua lilin.

Baca juga: VIDEO : Momen Menegangkan Evakuasi Pemain Persebaya Dengan Barracuda

Baca juga: Presiden FIFA Soroti Tragedi Kesuruhan Stadion Kanjuruhan: Di Luar Nalar

Baca juga: Liga 1: Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sekjen PSSI Harap FIFA Tak Beri Sanksi ke Indonesia

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan itu terjadi usai Arema kalah 2-3 dari Persebaya.

Hasil itu membuat suporter Arema FC, Aremania, kecewa dan turun ke lapangan.

Pihak kepolisian yang kelimpungan menahan massa suporter, mengalau dengan cara menembaki tribun dengan gas air mata.

Massa yang panik mencoba keluar dari stadion, tetapi pintu masih terkunci dan polisi terus mengejar.

Padahal, penggunaan gas air mata untuk mengontrol massa yang ricuh, sudah dilarang oleh FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak, mengatakan bahwa sudah ada 174 korban meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

BERITA VIDEO: 2 Polisi Tewas dan 13 Mobil Polisi Rusak Akibat Kerusuhan Kanjuruhan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi berharap FIFA tidak menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai dasar untuk memberi hukuman yang tidak menguntungkan bagi pihaknya dan Indonesia.

"Kami (PSSI) terus berkomunikasi dengan FIFA. Kami berharap ini (tragedi Kanjuruhan) tidak menjadi rujukan dan landasan keputusan-keputusan yang tidak baik, dan menguntungkan untuk Indonesia dan PSSI," ujar Yunus saat konferensi pers, Minggu (2/10/2022) sekira pukul 13.00 WIB.

Yunus Nusi menerangkan bahwa tragedi tersebut bukan karena perkelahian suporter atau bukan kerusuhan pertikaian.

Kejadian itu lebih daripada tertumpuknya massa, karena pintu keluar tertutup.

Sementara itu, Indonesia dan PSSI terancam mendapatkan sanksi berat dari FIFA.

Hal tersebut juga mengancam pencabutan hak tuan rumah Piala Dunia U20 yang bergulir di Indonesia pada Mei 2023 mendatang.

Terlebih Timnas Indonesia U-20 maupun Timnas Indonesia Senior juga akan berlaga di Piala Asia setelah tampil gacor di masa kualifikasi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved