Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional: Industri Batik Dulang Pencapaian yang Baik Bagi Perekonomian Indonesia

Saat ini di Indonesia, industri batik sudah menjangkau 47.000 unit usaha dan tersebar di 100 episentral.

Nuri Yatul Hikmah
Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Pusat, Sintha Nindiawati dalam Grand Launching Betawi Fest 2022 International Expo, di Sarinah, Jalan MH Thamrin Kav. 11, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Industri batik di Indonesia mengalami kemajuan pesat, hingga mencapai 47.000 unit usahan yang tersebar di 100 episentral

Dalam rangka memeringati Hari Batik Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (PPKUKM), menyambut baik inisiatif PT Geo Mandiri Kreasi (GMK) untuk memperkenalkan batik betawi ke kancah nasional dan internasional.

Kegiatan tersebut direalisasikan dalam acara Grand Launching Betawi Fest 2022 International Expo, di Sarinah, Jalan MH Thamrin Kav. 11, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022).

Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Pusat, Sintha Nindiawati yang hadir mewakili Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, menjelaskan jika batik merupakan warisan intelektual dan kultural Indonesia yang memiliki esensi dan nilai estetika tinggi. 

Salah satu produk batik tersebut adalah batik betawi.

Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional 2022, Grand Metropolitan Hadirkan Beragam Batik Nusantara

Sintha menjelaskan, batik betawi memiliki ciri khas motif yang berpangku pada keseharian masyarakat di ibu kota.

Coraknya melibatkan ikon-ikon kota Jakarta.

Selain itu, motif batik betawi juga dipengaruhi oleh flora dan fauna, motif pakaian Jepang pada masa penjajahan, serta akulturasi budaya China. 

Sehingga banyak motif batik betawi yang memasukkan Semanggi dan Gambang dalam ukiran batiknya. 

"Acara hari ini termasuk ke dalam pelestarian budaya. Suku Betawi mengenal sejumlah etnik batik yang unik dan memiliki nilai estektika tinggi. Pelestarian batik tentu saja menjadi tanggung jawab seluruh pihak," ujar Shinta saat ditemui, Minggu (2/10/2022).

Nyatanya, batik merupakan industri yang berkembang pesat, kehadirannya dikelilingi oleh berbagai simbol dan kebudayaan. 

Baca juga: UMKM Halal Hub Bertekad Bawa Produk Lokal Ikan Patin Hingga Batik Dikenal di Dunia

Shinta menyampaikan bahwa per-tahun 2020, nilai ekspor batik mencapai 523 dolar AS.

Angka tersebut meningkat hingga kuartal satu 2021, nilai ekspor batik menembus 157, 8 juta dolar AS.

Saat ini di Indonesia, industri batik sudah menjangkau 47.000 unit usaha dan tersebar di 100 episentral.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved