Rusuh Arema Persebaya

5 Kerusuhan Pertandingan Sepak Bola di Dunia yang Menimbulkan Korban Jiwa hingga Ratusan Orang

Selain kerusuhan Arema Persebaya, ternyata ada peristiwa pertandingan sepak bola lainnya yang juga menimbulkan korban.

Akun Instagram @wanibedo
Ilustrasi - Peristiwa kerusuhan sepak bola yang terjadi di dunia Tangkapan layar saat suporter Arema FC yakni Aremania menyerbu masuk ke dalam lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai timnya dikalahkan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM -  Duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia dengan terjadinya kerusuhan Arema Persebaya yang menewaskan 127 orang pada Sabtu (1/10/2022).

Kejadian ini membuat banyak orang menyesali, seharusnya sepak bola dipenuhi dengan sikap sportif malah dipenuhi kemarahan.

Selain kerusuhan Arema Persebaya, ternyata ada peristiwa pertandingan sepak bola lainnya yang juga menimbulkan korban.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema Fc vs Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Liga 1, Sabtu (1/10/2022) malam disebut sebagai tragedi terbesar sepanjang sejarah sepak bola.

Hal itu disampaikan oleh Akmal Maharli Koordinator Save Our Soccer (SOS) dalam tayangan Breaking News Kompas TV.

Baca juga: Rusuh Arema Persebaya, Judul-judul Media Asing Ada Yang Sebut Horor Sepak Bola Indonesia

Diketahui, pada kerusuhan tersebut menewaskan setidaknya 127 orang dan 180 luka-luka.

"Ini tragedi terbessr sepanjang sejarah sepak bola Indonesia," kata Akmal, Minggu (2/10) pagi.

Bahkan, Akmal mengatakan, dibandingkan dengan tragedi sepak bola di beberapa negara, Indonesia masih yang terparah.

"Pada 29 Mei 1985 itu tragedi Hesyel pertandingan antara Juventus melawan Liverpool di mana korban jiwa itu berjumlah 39 orang," ungkap Akmal.

Akibat tragedi itu, lanjut dia, pada 31 Mei 1985, sepak bola Inggris diberikan sanksi untuk tidak mengikuti pertandingan sepak bola selam 5 tahun.

Baca juga: Wajah Tegang Tim Persebaya Saat Dievakuasi dari Kanjuruhan Pakai Barracuda

Akmal juga membandingkan tragedi Hillsborough antara Liverpool vs Nottingham Forest pada 15 April 1989 yang memakan korban sebanyak 96 orang. 

"Kita sudah 127 orang yang meninggal dunia dan ini merupakan tragedi kemanusian terbesar sepanjang sejarah sepakbola Indoensia," ungkapnya.

Akmal menyebut, kejadian ini perlu menjadi perhatian semua pihak dan mengimbau agar untun sementara pertandingan sepak bola di Indonesia harus dihentikan.

"Sampai kemudian dibentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus yang terjadi dan hukum yang seberat-beratnya kepada pihak yang melanggar save and security stadium maupun pelanggaran pidana," ungkpnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved