Pilpres 2024

Seperti Amerika Serikat, Fadli Zon Usul Batas Usia Pencalonan Presiden dan Wapres Minimal 30 Tahun

Pasal 169 huruf q UU 7/2017 menyebutkan, usia minimal untuk seseorang bisa menjadi capres dan cawapres adalah 40 tahun.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengusulkan, batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden diturunkan menjadi 35 tahun. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengusulkan, batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden diturunkan menjadi 35 tahun.

UU 7/2017 tentang Pemilu mengatur persyaratan usia minimal bagi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Pasal 169 huruf q UU 7/2017 menyebutkan, usia minimal untuk seseorang bisa menjadi capres dan cawapres adalah 40 tahun.

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, Indonesia harus memberi ruang lebih besar kepada calon pemimpin potensial. Hal itu dapat dilakukan dengan mengurangi batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden, dari 40 tahun menjadi 35 tahun.

“Saya termasuk yang berpendapat tetap harus memberikan ruang yang lebih besar."

"Misalnya 35 tahun,” kata Fadli Zon, dalam diskusi Disposisi oleh Prodewa dan Total Politik bertajuk 'Dilema Pilpres 2024: Presidential Threshold dan Syarat Minimal Usia Capres-Cawapres,' di Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Raja OTT KPK Minta Febri dan Rasamala Mundur Bela Ferdy Sambo, Banyak Kasus yang Bisa Ditangani

Fadli mengatakan, batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden di dunia memang berbeda-beda.

Namun, ia mengambil contoh dari Amerika Serikat, negara dengan tingkat demokrasi yang relatif mapan.

“Kalau saya lihat itu Amerika Serikat, kalau tidak salah batas pencalonan presidennya itu 35 tahun."

Baca juga: Putri Candrawathi Ditahan, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua Bersyukur Polisi Tunjukkan Supremasi

"Kita anggap sebagai negara demokrasi yang relatif mapan dengan memperhitungkan segala macam.”

“Jadi menurut saya kalau kita mau turunkan, paling tidak sama kayak Amerika Serikat, 35 tahun itu batas yang wajar,” beber Fadli.

Selain batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden, Fadli Zon juga menyoroti ambang batas pencalonan presiden alias presidential threshold.

Baca juga: Pencopotan Hakim MK Aswanto oleh DPR Dinilai Tidak Sah, Jokowi Diminta Tak Terbitkan Keppres

Menurut dia, presidential threshold sehatusnya dihapuskan atau disejajarkan dengan parliamentary threshold. Parliamentary threshold pertama kali diterapkan pada Pemilu 2009.

Dalam UU Pemilu disebutkan, ambang batas parlemen adalah sebesar 4 persen, atau dengan kata lain partai politik yang memiliki suara 4 persen, berhak memperoleh kursi di parlemen.

“Menurut saya, seharusnya presidential threshold itu dihapuskan, atau disejajarkan dengan parliamentary threshold, sehingga setiap parpol eligible."

"Kan belum tentu juga dia punya eligibilitas, tapi belum tentu juga pinya calon. Jadi bisa juga nanti bergabung,” ulasnya. (Naufal Lanten)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved