Mafia Tanah

Mafia Tanah Perkeruh Perebutan Lahan Vihara Tien En Tang, Polisi Cari Solusi Damai

Mafia tanah terus berulah, mereka bikin keruh masalah dalam perebutan lahan Vihara Tien En Tang, Jakarta Barat.

warta kota/indri fahra
Kasi humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan menjelaskan pada wartawan bahwa pihaknya akn menggunakan solusi damai dalam menangani kasus sengketa lahan di Vihara Tien En Tang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat membeberkan awal mula kisruh sengketa lahan di Vihara Tien En Tang, Jakarta Barat. 

Kasi humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan menyebut, permasalahan antara ahli waris (Lily) dengan pengurus yayasan Tien En Tang sudah berlangsung sejak lama. 

"Di mana dulu ibunya ahli waris (Lily) dengan pengurus yayasan tinggal di rumah tersebut bersamaan," katanya, Jumat (30/9/2022). 

Usai ibu ahli waris meninggal, pengurus yayasan menjadikan tempat tersebut sebagai rumah ibadah umat Buddha. 

Kemudian, Lily sebagai ahli waris menggugat rumah yang sudah ditinggali pengurus yayasan Tien En Tang hingga saat ini. 

"Ahli waris menggugat dan melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat dengan pasal 167, sementara untuk korban dari pihak yayasan melaporkan dengan pasal 170 KUHP," ujarnya. 

Baca juga: Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum dari Presiden Jokowi dan Kapolri

Kompol Moch Taufik Iksan menyebut, pihaknya telah menempuh mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Polres Metro Jakarta Barat mengundang pengurus yayasan, Forum Komunikasi Umat Beragama, dan ahli waris untuk melaksanakan mediasi.

"Apa yang menjadi pembahasan untuk mencari solusi dan titik terang agar masalah tersebut dapat diselesaikan," tandasnya.

Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Kebanjiran Order, Kini Tangani Kasus Mafia Tanah Mertua Artis Adly Fairuz

Sebagai informasi, organisasi Buddhis Dharmapala Nusantara buka suara soal dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Vihara Tien En Tang, Jakarta Barat. 

Sebagai informasi, Dharmapala Nusantara adalah organisasi yang bergerak di bidang advokasi dan mediasi keumatan yang telah terdaftar di Direktorat Agama Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia. 

Ketua Umum Dharmapala Nusantara Kevin Wu mengungkapkan, kejadian tersebut dibagi menjadi beberapa bagian. 

Kisah ini bermula dari sengketa lahan antara pihak yang mengaku sebagai ahli waris bernama Lily dengan pengurus Yayasan Tien En Tang. 

"Diduga terjadi praktek mafia pertanahan, sehingga terjadinya sertifikat ganda,” ujar Kevin.

Ratusan jemaat Vihara Tien en Tang, Jakarta Barat, menggelar aksi demo. Mereka tak terima atas tinfakan ahli waris yang kasar.
Ratusan jemaat Vihara Tien en Tang, Jakarta Barat, menggelar aksi demo. Mereka tak terima atas tinfakan ahli waris yang kasar. (tribunnews.com)
Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved