Persija Jakarta

Ibnu Berharap Jakmania dan Bobotoh Bisa Satu Tribun Lagi Saat Saksikan Persija dan Persib Bertanding

Jakmania Pejaten Sub Korwil Ragunan, Ibnu, berharap Jakmania dan Bobotoh bisa satu stadion bisa kembali terjadi.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews/Abdul Majid
Ibnu foto bersama anggota Jakmania Pejaten Sub Korwil Ragunan usai menyaksikan laga Persija. 

Jelang pertandingan tersebut, pesan-pesan perdamaian terus digaungkan oleh kedua suporter, baik The Jakmania atau Bobotoh.

Jakmania yang tak diperbolehkan hadir di Stadion GBLA pun coba ditaati dengan mengimbau para anggotanya untuk tidak hadir datang ke sana.

“Kalau untuk pertandingan besok sudah banyak imbauan dari Ketua Umum Jakmania untuk tidak boleh hadir,” kata Ibnu.

"Awalnya, kami dapat undangan dari Panpel (Persib) sekitar 30. Tetapi seharusnya yang undang dari suporter, tapi kita tahu Panpel dan suporter di sana sedang kisruh. Jadi sudah ada kesepakatan, kami tidak hadir,” ujar Ibnu.

Ibnu menerangkan bahwa untuk menjunjung perdamaian suporter antara Jakmania dan Bobotoh setidaknya bisa dilakukan dengan tak memberikan tekanan atau serangan kepada tim Persija.

Ibnu berharap, Persija tidak lagi naik kendaraan rantis baja.

Menurut Ibnu, jika perlakuan baik itu didapatkan tim Persija, Jakmania akan melihatnya bahwa adanya keseriusan dalam perdamaian ini.

Mengenai rivalitas antartim menurutnya itu merupakan hal yang wajar terjadi dan jangan diikuti tindakan bodoh yang dilakukan masing-masing suporter yang justru malah mencoreng nama klub bahkan liga Indonesia.

"Kami juga minta pemain Persija jangan naik mobil rantis baja. Kalau memang mau, awal permulaan perdamaian lah. Jangan suporternya damai tapi pemain kita malah masih (diserang-red). Jadi pemain dulu dibuat nyaman, baru kita kan ikuti,” tutur Ibnu.

“Terus juga ketika pertandingan suporter sana jangan lah yel-yel psywar, rasis, spanduk ujaran kebencian apalagi itu ada diaturan LIB. Kita harus taati itu juga," jelas Ibnu.

"Kami juga ingin Persija aman pulang perginya. Di lapangan wajar pemain mau bagaimana, tetapi di luar, mereka teman. Jadi jangan ada lah yel-yel rasis, buat takut pemain kita,” papar Ibnu.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved