Korupsi

Firli Bahuri Ingatkan Jangan Hambat Penanganan Laten Korupsi oleh KPK

Firli Bahuri meminta semua pihak untuk berani bersikap tegas dan mengambil langkah keras terhadap bahaya laten korupsi.

YouTube@Sekteratriat Presiden
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta semua pihak untuk berani bersikap tegas dan mengambil langkah keras terhadap bahaya laten korupsi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta semua pihak untuk berani bersikap tegas dan mengambil langkah keras terhadap bahaya laten korupsi.

Pemberantasan korupsi kata Firli harus dilakukan hingga ke akarnya.

"Harus kita ingat, masih ada satu laten jahat, yakni laten korupsi, yang menjadi musuh kita bersama dan seyogianya wajib diperangi oleh segenap bangsa dan negara," kata Firli dalam keterangannya, Sabtu (1/10/2022).

Hal itu disampaikan Firli Bahuri terkait peringatan peristiwa berdarah 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G-30-S/PKI.

Firli mengatakan, banyak pelajaran hidup yang dapat dipetik dari peringatan tragedi G-30-S yang menyayat hati dan di luar batas kemanusiaan.

Menurutnya sejarah banyak mengajarkan untuk berani bersikap tegas dan mengambil langkah keras terhadap laten jahat.

Baca juga: Johanis Tanak Gantikan Lili Pintauli, Firli Bahuri: Mari Kita Bersihkan Negeri Ini dari Korupsi

Salah satunya komunis yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, kebangsaan, budaya, moral, dan etika di Indonesia.

Penangan laten korupsi kata Firli sama dengan penanganan komunis. Penanganan korupsi hanya bisa diberantas mulai jantung sampai ke akar-akarnya.

"Tidak boleh ada intervensi atau upaya sekecil apapun untuk menghambat atau menganulir penanganan laten korupsi yang KPK lakukan," katanya.

Mengingat, kata Firli dalam setiap langkah pemberantasan korupsi, KPK tentunya selalu mengedepankan seluruh aspek hukum yang berkeadilan. "Penyelamatan keuangan serta aset negara dan HAM," tandas mantan Kapolda Sumsel itu.

Baca juga: Dugaan Suap di MA Terbongkar, Firli Bahuri Sarankan Esksaminasi Putusan hingga Mutasi Orang Lama

Firli Bahuri menegaskan penanganan bahaya laten korupsi harus diberantas mulai dari jantung sampai ke akar-akarnya sama halnya dengan penanganan bahaya laten komunis.

"Sama penanganannya dengan komunis, laten korupsi hanya bisa diberantas mulai jantung sampai ke akar-akarnya," ungkap Firli.

Purnawirawan polisi ini mengatakan bahwa bahaya laten korupsi pergerakannya mirip dengan bahaya laten komunis. 

"Di mana awalnya dilakukan secara bergerilya, lalu mulai berani muncul setelah dianggap sebagai sesuatu hal biasa, dan mulai eksis ketika dipandang sebagai kultur budaya bangsa," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved