Anies Baswedan

Buntut Laporan Tempo, Firli Bahuri Trending usai Disebut Ngotot Jadikan Anies Baswedan Tersangka

Firli Bahuri ditengarai terus mendesak satuan tugas pengusut kasus Formula E untuk menetapkan Anies Baswedan sebagai tersangka.

Editor: Feryanto Hadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri trebding topik setelah disebut dalam laporan Tempo berniat menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka 

"Kalau sekarang misalkan yang disiapkan Puan Maharani, lah, kan semua orang berani melawan Puan Maharani."

"Tetapi kalau ditangkap-tangkapin, pimpinan partainya diancam, ya itu yang tidak boleh."

"Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan Maharani menang, semua ditangkapi aja. Iya itu kan?" Papar Andi.

Baca juga: Sekjen DPR: Kami Sedang Evaluasi Cara Pamdal yang Terlalu Kaku

Andi juga turut menyinggung soal adanya sinyal dari beberapa partai politik yang akan mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Kata dia, kemungkinan itu sulit terjadi, karena Gubenur DKI Jakarta tersebut, kata Andi Arief, akan dipenjara.

"Oh, Anies kan sebentar lagi masuk penjara.' Terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau enggak nurut, tinggal masuk penjara aja itu. Jahat bukan?" Ucapnya.

Baca juga: Golkar Paling Populer di Kalangan Generasi Milenial dan Z Versi Survei CSIS

Andi Arief lantas mengklarifikasi pernyataannya di video tersebut.

Menurut dia, video berdurasi 01.50 menit yang beredar itu bukan untuk konsumsi publik, melainkan hanya untuk internal Partai Demokrat.

"Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal," bebernya.

Baca juga: Habiburokhman: Sugeng Teguh Santoso Harusnya Kita Kasih Karpet Merah ke DPR

Andi Arief juga menyatakan, kalau video yang beredar bukanlah format asli. Melainkan, sudah ada beberapa bagian yang dihilangkan, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

"Kedua, ada beberapa bagian yang dipotong dan bisa membuat salah paham," cetusnya

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved