Tanpa Program JKN, Sukarnih Harus Tanggung Biaya Pengobatan Sang Ibu Capai Rp 45 Juta

Sukarnih tidak perlu keluarkan biaya pengobatan sang ibu hingga puluhan juta rupiah berkat menjadi peserta program JKN-KIS.

istimewa
Berkat program JKN, Sukarnih tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan rumah sakit ibunda yang terkena strok hingga puluhan juta rupiah. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA - Sebagai seorang anak tentu akan sangat bahagia apabila melihat orang tua sehat, terkhusus ketika beranjak memasuki usia senja.

Sukarnih senang melihat sang ibu yang jarang sekali sakit, namun kondisi berubah saat sang ibu, Nanih (72), mengalami serangan strok dan segera dilarikan ke rumah sakit.

“Ibu saya jarang sekali sakit, tidak pernah sampai dibawa ke rumah sakit begini. Kami sekeluarga kaget saat ibu terkena serangan strok, segera kami bawa ke rumah sakit terdekat dari rumah kami itu Rumah Sakit Primaya Pasar Kemis,” ungkap Sukarnih beberapa waktu lalu.

Sukarnih menyebutkan, saat sang ibu dilarikan ke rumah sakit, memang kondisinya parah. Tekanan darahnya tinggi sekali lebih dari 200 sampai harus masuk ruang ICU, diberikan obat penurun tekanan darah dan dipasang alat monitor tekanan darah.

“Selain panik karena kondisi ibu, kami juga khawatir soal biayanya,” ujar Sukarnih.

Proses administrasi dilakukan setelah kondisi stabil. Ia mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit apabila pembiayaan secara mandiri membutuhkan biaya belasan juta rupiah untuk 1 hari perawatan.

Sebelumnya ia tidak mengetahui jika sang ibu telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan (JKN) melalui segmen peserta Penerima Pensiunan PNS dengan hak kelas rawat kelas I.

“Waktu itu saya ditanya untuk pembiayaannya mau secara mandiri atau menggunakan JKN. Kalau biaya mandiri per hari bisa mencapai Rp 15 juta. Sekarang ibu saya sudah dirawat 3 hari, kalau bukan karena JKN kami harus keluar biaya kurang lebih Rp 45 juta,” ungkapnya.

Ia juga tidak terbayang harus mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah selama sang ibu di rawat, biaya yang sangat besar sekali bagi keluarganya.

“Untungnya semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kalau tidak keluarga kami tidak sanggup membayarnya,” ucap Sukarnih.

Sukarnih mengacungi jempol pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kesigapan petugas medis telah memberikan kesan yang positif bagi keluarganya.

Proses administrasi tidak menghalangi penanganan gawat darurat bagi sang ibu. Terlihat jelas komitmen pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima bagi peserta JKN.

Sukarnih juga mengungkapkan bahwa ia puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

“Kami sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit, keselamatan pasien sangat diutamakan. Alur administrasi jelas, seluruh petugas ramah-ramah dan fasilitas rumah sakit juga nyaman sekali, pokoknya kami dilayani dengan sangat baik,” ungkapnya.

Sukarnih dan keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menanggung seluruh biaya pengobatan ibunda.

“Semoga Program JKN juga dapat membantu orang yang mengidap penyakit kronis lainnya,” pungkas Sukarnih.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved