Khilafatul Muslimin

Berkas Perkara Lengkap, 10 Tersangka Khilafatul Muslimin Siap Disidangkan

Kombes Pol Endra Zulpa membenarkan, berkas perkara 10 tersangka Khilafatul Muslimin siap disidangkan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Kolase Video Ramadhan L Q
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menemukan barang bukti baru saat penangkapan anggota ormas Khilafatul Muslimin. Penemuan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, saat rilis di Mapolda Metro Jaya pada Minggu (12/6/2022) sore. 

Hal ini terbukti dari buku yang ditemukan di markas Khilafatul Muslimin dan ada nomor induk warga dianggap sebagai KTP.

"Setelah kami klasifikasi (warga yabg tergabung) yang tertinggi wiraswasta, kemudian petani 20 persen, karyawan 25 persen, guru 3 persen, termasuk di sini ada ASN dan dokter serta lain sebagainya," tutur Hengki.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kemudian menangkap Menteri Penerima Zakat Ormas Khilafatul Muslimin berinisial IF di Lampung pada (10/8/2022) kemarin.

Baca juga: Maruf Amin: Khilafatul Muslimin Menyimpang dan Menyalahi Kesepakatan Nasional, NKRI Sudah Final

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan membenarkan penangkapan kepada peimpin Khilafatul Muslimin

"Setelah ditangkap langsung dibawa ke Mapolda sekira pukul 17.30 WIB tiba," katanya Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, IF sudah bergabung dengan organisasi terlarang tersebut sejak tahun 2000 lalu dan memiliki nomor indik warga Khilafah 026.

Namun demikian, untuk menampung uang zakat dan infaq dari masyarakat kelompok ini justru menggunakan rekening BNI.

"Jadi dia ini sudah lama bergabung dengan Khilafatul Muslimin hingga diangkat Menteri," katanya.

Ke 10 tersangka kasus ini adalah:

1. Abdul Qadir Hasan Baraja
2. Muhammad Hidayat
3. Imbron Najib
4. Suryadi Wironegoro
5. Nurdin
6. Muhammad Hasan Albana
7. Faisol
8. Hadwiyanto Moerniadon
9. Abdul Azis
10. Indra Fauzi.

Berkas 10 tersangka di-split menjadi 5 berkas perkara. Di mana, salah satu tersangka atas nama Abdul Qadir Hasan Baraja menjadi satu berkas sendiri dengan persangkaan UU Ormas, UU Peraturan Hukum Pidana dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 
 
 
 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved