Villa Dago Pamulang Digrebek Polisi Terkait TPPO, Ada Puluhan Anak di Dalam Rumah

Penggerebekan di Villa Dago Pamulang, Kota Tangerang Selatan oleh jajaran Bareskrim Polri terkait TPPO ternyata diketahui ada terdapat puluhan anak.

Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Bareskrim Mabes Polri yang menggerebek sebuah kontrakan di Perumahan Villa Dago, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/9/2022) lalu tidak disangka karena jadi lokasi penampungan tindak pidana perdagangan orang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Andri, petugas keamanan Perumahan Villa Dago Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan mengaku dirinya tak menyangka salah satu rumah di wilayahnya menjadi lokasi penampungan tindak pidana perdagangan orang.

Senin (26/9/2022) lalu, ia tengah berjaga bersama rekannya Sopian Hadi. Kemudian, kepolisian dari Bareskrim Polri datang dan berencana melakukan penggerebekan.

Andri sendiri turut serta dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 15.00 WIB tersebut dan berjaga di bagian belakang rumah untuk mengantisipasi penghuni rumah kabur dari belakang.

Baca juga: Wanda Hamidah Merasa Nyaman Pakai Busana Tertutup, Berharap Esok Hari Jadi Pribadi yang Lebih Baik

"Yang saya tahu, rumah ini dihuni oleh tiga orang. Ternyata lebih dari tiga orang mengisi rumah ini. Yang diamankan kurang lebih tiga orang, korban sekitar 21 orang. Itu rata-rata remaja, hampir di bawah 20 tahunan. Wanitanya empat," kata Andri saat ditemui di lokasi, Kamis (29/9/2022).

Pada saat aksi penggerebekan tersebut, awalnya hanya ada dua mobil. Namun saat selesai, tiga minibus lain pun tiba untuk mengangkut penghuni rumah.

Andri tak menyangka, awalnya pengontrak rumah menjelaskan hanya menguni rumah sebagai tempat tinggal, namun didapati menjadi tempat menampung orang untuk dipekerjakan di luar.

Baca juga: Cara Menanam Padinya Dianggap Salah, Puan Maharani Sebut Teknik Menanam Padi Tiap Daerah Berbeda

"Yang ngontrak sih istrinya orang Indonesia, tapi suaminya WNA," katanya.

Biasanya, keduanya kerap menyapa petugas jaga. Andri lalu menjelaskan, puluhan remaja yang diamankan tak masuk lewat pintu depan, melainkan belakang rumah.

"Pintu belakang aksesnya ke kampung lain. Sebenarnya warga di kampung itu juga ada yang curiga karena pernah melihat mobil yang ngangkut orang-orang keluar masuk ke rumah itu," katanya. (Raf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved