Breaking News:

TUJUH Sikap Partai Demokrat Soal Status Tersangka Lukas Enembe, Janji Tidak Intervensi Proses Hukum

AHY mengatakan, sikap tersebut disampaikan setelah pihaknya mencermati kasus yang tengah dihadapi Lukas.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan tujuh sikap partainya, terkait status tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe dalam kasus dugaan korupsi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan tujuh sikap partainya, terkait status tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe dalam kasus dugaan korupsi.

AHY mengatakan, sikap tersebut disampaikan setelah pihaknya mencermati kasus yang tengah dihadapi Lukas.

"Setelah mempelajari kasus hukum yang menimpa Pak Lukas, dan setelah berkonsultasi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai," kata AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Pertama, Partai Demokrat memegang teguh komitmen mendukung setiap upaya penegakan hukum di negeri ini, termasuk upaya pemberantasan korupsi.

Kedua, Partai Demokrat menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami hanya bermohon agar hukum ditegakkan secara adil. Jangan ada politisasi dalam prosesnya. Juga, mari kita hindari trial by the press."

Baca juga: JPU Kebut Surat Dakwaan Agar Perkara Ferdy Sambo Cs Bisa Dilimpahkan ke Pengadilan Pekan Depan

"Ketiga, kami juga mendukung upaya hukum Pak Lukas untuk mencari keadilannya."

"Selama proses itu berjalan, mengingat Pak Lukas berhalangan untuk melaksanakan tugasnya, atau nonaktif, maka, kami menunjuk Saudara Willem Wandik sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua," papar AHY.

Hal ini sesuai Anggaran Dasar Partai Demokrat Pasal 42 ayat 5.

Baca juga: Dipilih 38 Anggota Komisi III DPR, Johanis Tanak Jadi Pimpinan KPK Gantikan Lili Pintauli Siregar

Willem Wandik adalah salah satu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga menjabat anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrat.

"Dengan kapasitas dan integritas yang dimiliki, saya berharap Saudara Willem Wandik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tutur AHY.

Kelima, Partai Demokrat sangat menghormati dan memegang teguh rule of law, termasuk menaati asas praduga tak bersalah.

Baca juga: Kejaksaan Agung Gabungkan Berkas Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan dan Obstruction of Justice

"Untuk itu, apabila di kemudian hari, Bapak Lukas Enembe tidak terbukti bersalah, yang bersangkutan dapat diangkat kembali pada jabatannya."

"Ini sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Partai Demokrat pasal 42 ayat 6."

"Tetapi, jika terbukti bersalah; sesuai dengan pakta integritas yang telah ditandatangani; maka kami akan mengangkat ketua definitif melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa," beber AHY.

Baca juga: Jadi Calon Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usul Restorative Justice Diterapkan untuk Kasus Korupsi

Keenam, Partai Demokrat tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap proses hukum, dalam bentuk apa pun.

Meski demikian, sebagaimana yang menjadi ketentuan dalam organisasi, Partai Demokrat tetap akan menyiapkan tim bantuan hukum, jika dibutuhkan. Hal ini berlaku sama untuk seluruh kader Partai Demokrat yang terkena kasus hukum.

"Tujuh, kepada seluruh kader Partai Demokrat di Provinsi Papua, saya minta tetap tenang, dan mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan."

"Sama-sama kita jaga situasi yang kondusif di tanah Papua yang kita cintai," ucap AHY. (Fersianus Waku)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved