Tidak Boleh Berkampanye di Tempat Keagamaan, Berikut Imbauan Lengkap dari Ketua Bawaslu

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja imbau masyarakat agar tidak ada berkampanye di tempat keagamaan.

Editor: Panji Baskhara
bawaslu.go.id
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja imbau masyarakat agar tidak berkampanye di tempat keagamaan. 

WARTAKOTALIVE.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terbitkan surat imbauan.

Surat imbauan Bawaslu itu diperuntukkan kepada partai politik, bakal calon peserta pemilu presiden dan wakil presiden, serta seluruh pemangku kepentingan pemilu

Hal tersebut dilakulan sebagai upaya pencegahan aktivitas kampanye di luar jadwal.

Sekaligus penggunaan politik identitas serta politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam pemilu.

Hal ini dilatarbelakangi adanya kejadian penyebaran Tabloid Anies Baswedan di tempat keagamaan Kota Malang.

Adapun imbauan yang disampaikan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja adalah pertama bagi partai politik, bakal calon peserta pemilu presiden dan wakil presiden dan pemangku kepentingan pemilu.

Hal itu agar mematuhi tahapan yang  ditetapkan KPU dan tak melakukan “curi start” terhadap kampanye Pemilu.

"Poin selanjutnya adalah sekalipun belum ada partai politik, calon anggota legislatif, calon presiden dan wakil Presiden, maupun calon kepala daerah yang ditetapkan KPU sebagai peserta Pemilu 2024,"

"Namun partai politik, bakal calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dan pemangku kepentingan pemilu, tidak melakukan berbagai kegiatan yang menjurus kepada aktivitas kampanye di luar jadwal yang telah ditentukan penyelenggara pemilu,"

"Hal itu demi menjaga kesetaraan perlakuan dan kondusifitas pelaksanaan pemilu," papqr Rahmat Bagja, (Kamis 29/2022).

Imbauan berikutnya yaitu setiap orang, termasuk pengurus atau anggota partai politik maupun pejabat negara tidak menggunakan politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Baik itu dalam aktivitas kampanye maupun kegiatan yang menjurus ke aktivitas kampanye.

Kemudian, tidak melakukan aktivitas politik praktis di tempat keagamaan, serta menciptakan kondisi yang sejuk dan damai dalam tahapan penyelenggaraan pemilu.

Poin keempat, kata Rahmat Bagja, partai politik, bakal calon peserta pemilu presiden dan wakil presiden dan pemangku kepentingan pemilu memiliki tanggung jawab untuk memberi pendidikan politik bagi masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved