Sekjen DPR: Cuma di Indonesia Parlemen Bisa Seperti Pasar, Bisa Masuk Seenaknya Pakai Pakaian Bebas

Dia memberi contoh saat uji coba oleh polisi, bom seberat 5 kilogram ternyata masih bisa lolos masuk DPR tanpa terdeteksi Pamdal.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan, insiden Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dilarang masuk melalui gerbang depan, bukanlah kesalahan pertama petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan, insiden Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dilarang masuk melalui gerbang depan, bukanlah kesalahan pertama petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR.

Dia menceritakan dahulu sempat ada tamu yang hadir ke DPR tanpa undangan.

"Beberapa waktu lalu ada juga tamu yang hadir ke DPR itu tidak melalui undangan, tapi diberi ruang untuk masuk, dan itu juga kesalahan fatal," kata Indra di Ruang MKD Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Jadi Calon Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usul Restorative Justice Diterapkan untuk Kasus Korupsi

Indra mengatakan, dirinya bertanggung jawab atas semua keamanan di Gedung DPR dan sekitarnya, karena DPR sebagai lembaga tinggi negara, memiliki tata tertib keamanan.

Dia memberi contoh saat uji coba oleh polisi, bom seberat 5 kilogram ternyata masih bisa lolos masuk DPR tanpa terdeteksi Pamdal.

"Pada sebelum pengesahan RUU KPK, itu ada uji coba dari aparat waktu itu memasukkan 5 kilogram bom dan itu lolos."

Baca juga: Sulit Undang Sekjen DPR, Wakil Ketua MKD: Menkopolhukam Saja Kalau Diundang Hadir

"Cara deteksi Pamdal kita sangat tidak efektif. Ini luar biasa tantangan kami," tuturnya.

Dia kemudian membandingkan parlemen di dunia dengan parlemen di Indonesia, di mana semua orang bisa bebas beraktivitas.

"Kalau kita ke banyak parlemen dunia, rasanya cuma Indonesia parlemen yang bisa seperti pasar. Bisa masuk seenaknya, bisa pakai pakaian bebas," bebernya.

Baca juga: Pekan Depan Puan Maharani Bakal Temui Airlangga Hartarto Bahas Pemilu 2024

Dia mengibaratkan ketika masuk ke rumah seseorang, tentu ada aturan-aturan yang harus diikuti bagi para tamu.

"Begitu juga dengan keamanan parlemen, saya selaku penanggung jawab utama di kompleks parlemen ini, tentu kami tidak ingin semua bisa masuk tanpa terdata," tuturnya.

Soal istilah pintu depan dan belakang, Indra mengatakan hal itu sebenarnya sudah tak ada lagi.

Baca juga: Jadi Calon Pengganti Lili Pintauli Siregar, I Nyoman Wara Tawarkan Trilogi Pemberantasan Korupsi

Pintu di Jalan Gatot Subroto disebut sebagai pintu utara, sedangkan pintu belakang di Jalan Gerbang Pemuda adalah pintu selatan.

"Jadi saya sampaikan lagi, waktu itu sebelum UU KPK itu masa-masa yang paling buat kami menyulitkan, karena beberapa kali uji coba membuat metal detector dengan persenjataan dan bom itu lolos dengan mudah," tambah Indra.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved