Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Rampungkan Perkara Irjen Ferdy Sambo, Studi Demokrasi Rakyat Puji Kinerja Timsus Polri dan Kejagung

Pada bulan Oktober 2022, Sambo cs sudah berstatus terdakwa dan akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Fitriyandi Al Fajri
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto memuji kinerja Tim Khusus (Timsus) Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah menyelesaikan berkas perkara dugaan pembunuhan berencana dan obstruction of justice Irjen Ferdy Sambo.

Aparat penegak hukum telah mengeluarkan dokumen P21, yang artinya proses penyidikan atas perkara tersebut dinyatakan lengkap dan akan segera dibawa ke pengadilan.

Terkait hal itu, Hari mengatakan, kerja keras Timsus Polri dan Kejagung yang menyelesaikan perkara pembunuhan Brigadir Nofryansyah Yoshua Hutabarat perlu diapresiasi.

Pada bulan Oktober 2022, Sambo cs sudah berstatus terdakwa dan akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Baca juga: Berkas Kasus Ferdy Sambo Cs Dinyatakan Lengkap, Polri: Tanda Komitmen Usut Tuntas

Baca juga: Jaksa Agung Akui Ada Kelemahan di Kasus Ferdy Sambo

Baca juga: Kuasa Hukum Isyaratkan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Tanpa Perencanaan

"Dalam situasi pesimistis publik terhadap institusi Polri, Timsus telah membuktikan dan menunjukkan kepada publik komitmen dan penegakan hukum di internal Polri itu benar-benar ditegakkan,” kata Hari, Kamis (29/9/2022).

Hari menerangkan bahwa keluarnya dokumen P21 menunjukkan komitmen Polri dalam memproses perkara Sambo cs secara profesional, akuntabel dan transparan.

Langkah Timsus dalam menangani kasus ini dianggap sebagai upaya institusi menjaga marwah Polri di mata masyarakat.

Menurut Hari, penyelidikan dan penyidikan kasus terbunuhnya Brigadir Joshua telah memakan waktu cukup panjang.

Namun semua itu, bukan tanpa alasan karena barang bukti dan tempat kejadian perkaran (TKP) telah banyak dirusak oleh para pelaku dan juga dihilangkan.

BERITA VIDEO: Tasyi Athasyia Berdamai Dengan Ibunda, Mengaku Butuh Sosok Ibu Pada Titik Terendahnya

“Selain penghilangan barang bukti dan perusakan TKP penyidik juga menghadapi hambatan psikologis atas kuatnya pengaruh Sambo selama ini,” ujar Hari.

Hari menambahkan, kelengkapan berkas perkara kasus Sambo menjadi bukti bahwa tidak ada proses saling lempar antara Kejagung dan Polri.

Secara simultan, Timsus Polri bukan hanya menangani pidananya tapi juga memproses kode etiknya, sementara Kejagung meneliti secara cermat kelengkapan persyaratannya.

"Kami tentu apresiasi Timsus Polri dan Kejagung yang telah bekerja keras tapi tetap teliti dan profesional. Mari kita kawal terus agar bagus sampai akhir," tutur Hari.

Seperti diberitakan, berkas penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana dan obstruction of justice Ferdy Sambo cs telah dinyatakan lengkap atau P21. 

Terkait hal itu, Polri mengapresiasi tim khusus (Timsus) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang terus bekerja, berkolaborasi, dan bersinergi guna merampungkan berkas penyidikan perkara tersebut. 

"Sejak awal Polri, tim khusus, dan Kejaksaan Agung terus berkoordinasi untuk segera merampungkan dua perkara itu,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Menurut Dedi, hal itu merupakan wujud serta bukti komitmen dari Polri, Timsus, dan Kejagung dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice. “Sejak awal, semangat kami adalah mengusut tuntas kasus tersebut," tutur Dedi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved