Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Aksi Tawuran Pelajar di Bekasi, Satu Orang Masih DPO

Polres Metro Bekasi Kota menetapkan tiga orang sebagai tersangka tawuran pelajar di Jalan Kasuari, Kota Bekasi dimana satu orang lainnya masih dikejar

Tribunnews.com
Polres Metro Bekasi Kota menetapkan tiga orang sebagai tersangka tawuran pelajar di Jalan Kasuari, Kota Bekasi dimana satu orang lainnya masih dikejar. (ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota mengamankan 22 orang pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Kasuari, Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Senin (26/9) beberapa waktu lalu.

3 orang pelajar lainnya ditetapkan sebagai tersangka, dan satu pelajar DPO.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Rama Samtama Putra mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap puluhan pelajar yang berhasil diamankan itu.

Tiga di antaranya itu yang terbukti melakukan kekerasan terhadap korban.

Baca juga: Harga Kedelai Melambung Tinggi, Pengrajin Tempe Gulung Tikar Hingga Terlilit Hutang

"Dari 22 orang itu, selepas dilakukan pemeriksaan intensif, pada Selasa (27/9) kemarin. Ditetapkan tiga tersangka atas perkara ini," kata AKPB Rama Samtama Putra, Kamis (29/9/2022).

Rama mengaku prihatin atas perilaku para remaja yang masing-masing berinisial AS (15), S (14) dan RP (17) masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Sedangkan satu orang pelajar yang masih DPO berinisial AR juga.

"Kami juga mengamankan sejumlah baarang bukti seperti tiga buah sajam baik kecil maupun besar, satu set pakaian korban dan satu unit sepeda motor," katanya.

Baca juga: Protes Kenaikan Harga Kedelai, Pengrajin Banting Tempe yang Tak Laku Terjual

Atas perbuatan pelaku, para tersangka meskipun masih dibawah umur, diungkapkan oleh Rama proses hukum tetap berlaku sebagai bentuk efek jera.

Sehingga hal ini juga menjadi warning kepada para pelajar di Kota Bekasi lainnya.

"Pelaku ini masih berstatus anak-anak dan korban juga anak-anak, maka pelaku kami kenakan Pasal 80 Ayat 3 Jo Pasal 76C  serta Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," ujarnya.

Baca juga: Ikuti Arahan Jokowi, UMKM di Indonesia akan Dibantu Manfaatkan Platform Digital

Polres Metro Bekasi Kota, berencana akan melakukan pemanggilan terhadap para kepala sekolah yang muridnya terlibat tawuran tersebut.

Tentunya menurut dia, ini menjadi perhatian bersama untuk selaku memberikan Edukasi kepada pelajar terkait antisipasi tawuran.

"Yang jelas untuk sekolah itu bagian dari tim kami nanti untuk dilakukan kegiatan pemanggilan kepada kepala sekolah. Saya kira tak perlu disebutkan. Intinya dua SMK ya," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved