Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Penganiayaan Terhadap Dua Orang Wartawan di Karawang

Aparat kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan kasus penculikan dan juga penganiayaan terhadap dua wartawan di Karawang.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Junianto Hamonangan
Wartakotalive/Muhammad Azzam
Aparat kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan kasus penculikan dan juga penganiayaan terhadap dua wartawan di Karawang. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Polres Karawang menetapkan tiga tersangka penganiayaan dua wartawan di Karawang, Jawa Barat masing-masing-masing-masing berinisial D, R, RR alias L.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy menuturkan penetapan ketiga tersangka dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka dan keterangan 10 saksi.

"Kami menetapkan tersangka masing-masing berinisial D, R, dan RR alias L. Para tersangka telah mengakui perbuatannya," kata Arief, pada Kamis (29/9/2022).

Ketiga tersangka tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda seperti D diketahui adalah pengurus Askab PSSI Karawang, lalu R sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan RR warga sipil.

Baca juga: Lokasi Penculikan dan Penganiayaan Wartawan Dilakukan di Bekasi Kantor PSSI, Ditutup Garis Polisi

Arief menjelaskan, petugas menyita barang bukti seperti sofa, ponsel yang dipakai pelapor saat peristiwa, dan hasil visum. Polisi juga menemukan botol miras di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru karena masih ada satu terlapor yang juga seorang pejabat Pemkab Karawang berinisial AA namun belum datang memenuhi panggilan.

"Saat ini polisi sedang mengembangkan kasus ini," katanya.

Sebelumnya dua orang warga Karawang, Jawa Barat bernama Gusti Sevta Gumilar (29) dan Zaenal Mustopa diduga diculik dan dianiaya oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Karawang.

Baca juga: Polres Karawang Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penculikan dan Penganiayaan Dua Wartawan

Dua orang warga yang berprofesi wartawan media online itu diduga dianiaya karena mengkritik di media sosial (medsos). Aksi penganiayaan tersebut kemudian viral di media sosial.

Korban Gusti kemudian membuat laporan ke Polres No STTLP/1749/IX/2022/SPKT. Reskrim Polres Karawang, pada Senin (19/8/2022) malam.

Berdasar informasi, kasus penculikan dan penganiayaan dialami Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal bermula dari acara lounching klub sepakbola Persika 1951 Karawang di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/9/2022) malam.

Menurut pengakuan Gusti, dia awalnya dipanggil oknum PNS itu masuk ke salah satu ruangan di stadion. Di dalam ruangan itu, oknum pejabat PNS Karawang ditemani beberapa orang dan pintu ditutup.

"Jam 12 malam itu saya sudah di ruangan. Ruangan ditutup engga boleh ada yang masuk selain orang-orang dia, pegang HP pun terbatas," kata Gusti.

Baca juga: Pengacara Oknum PNS Karawang Lapor Balik ke Polisi, tak Terima Disebut Culik dan Aniaya Wartawan

Dia melanjutkan, pada saat itu juga oknun PNS menekan menanyakan keberadaan Zaenal. Sambil dicekoki minuman keras dan dipaksa minum air urine hingga dipukul beberapa kali.

Akhirnya Zaenal pun datang dan dilakukan hal serupa dengan melakukan penganiayaan hingga tak sadarkan diri.

"Dari 12 malam sampai pagi, saya sadarkan diri jam 11. Dievakuasi oleh saudara saya, saya dikasih tidur di hotel tidak boleh pulang. Saya pulang setengah enam lebih minggu sore," jelas dia.

Adapun penyebab penganiayaannya, menurut Gusti dia memang menulis status di akun facebook mengkritik acara sepakbola tersebut.

Dia mengaku harus ada yang diluruskan terkait acara lauching sepakbola tersebut. "Saya memang menyoroti Persika namun itu sekadar kritik," kata Gusti. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved