Berita Jakarta

Masuk Zona Ambang, Pulau G di Teluk Jakarta Belum Bisa Dijadikan Permukiman

Pulau G di Teluk Jakarta yang sediakan akan dijadikan permukiman, saat ini belum bisa direalisasikan karena masuk zona ambang

Warta Kota/ M Rifqi Ibnumasy
Wacana penggunaan Pulau G untuk permukiman dan diperluas mendatangkan respons negatif dari kalangan nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, Heru Hermawanto menyebut, pembangunan permukiman di Pulau G belum bisa direalisasikan. 

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi D DPRD DKI Jakarta pada Rabu (28/9/2022) kemarin.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Wilayah DKI Jakarta, Pulau G bakal dijadikan kawasan permukiman. 

Heru berujar, pemanfaatan Pulau G  di Teluk Jakarta tercantum dalam zona ambang alias kawasan belum berwujud.

Sehingga, Pemprov DKI Jakarta belum bisa memastikan detail pemanfaatan Pulau G. 

Baca juga: Komisi D DPRD DKI Jakarta Pertanyakan Bentuk Permukiman yang Dibangun di Pulau G

"Kemudian yang belum berwujud (Pulau G) itu, ini memang di dalam ketentuan prinsipnya. Di rencana detail itu manakala sudah ada garis atau kebijakannya baru bisa kita tuangkan sebenarnya," kata Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta 

Dalam kesempatan yang sama, Heru mengungkapkan peruntukan Pulau G perlu dikaji secara detail.

Menurutnya, seharusnya pemanfaatan detail Pulau G tercantum dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Manakala belum ada (RTRW), maka belum bisa. Maka melalui metode apa? ya pengkajian yang nanti dituangkan ke mana ke Perda RTRW sebagai arahan begitu," imbuhnya. 

Baca juga: Nelayan Muara Angke Keberatan Pulau G Dijadikan Permukiman

Heru mengatakan, seharusnya pemanfaatan Pulau G tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov DKI dan pengembang. 

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta tidak bisa membangun pulau secara sepihak. 

Sehingga, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerjasama dengan pihak pengembang untuk melakukan pembangunan pulau, termasuk di Pulau G

"Ini yang mungkin nanti saya setuju nanti harus dicermati kerjasamanya. Kalau bisa jangan sampai merugikan," tandasnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto menyatakan, penggunaan Pulau G sebagai kawasan permukiman belum dapat dipastikan. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved