Kesehatan

Ini Pentingnya Kecukupan Konsumsi Cairan dan Kaitannya dengan Kesehatan Ginjal Anak

Pentingnya kecukupan konsumsi cairan pada anak setiap harinya, pengaruhi kondisi kesehatan ginjal anak.

istimewa
Pentingnya kecukupan konsumsi cairan pada anak setiap harinya, pengaruhi kondisi kesehatan ginjal anak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - 80 persen berat badan bayi terdiri dari air dan setiap harinya dan sekitar 60 persen dari konsumsi cairan tersebut akan dibuang melalui urine.

Apabila si kecil tidak terhidrasi dengan baik, maka kandungan air dalam  tubuhnya akan berkurang dan fungsi-fungsi tubuh tidak akan berfungsi dengan baik, termasuk fungsi ginjal.

Akan tetapi, tanpa konsumsi cairan yang cukup, kandungan air dalam tubuh dapat berkurang. Hal   ini terjadi karena dalam melakukan fungsinya, air juga akan dikeluarkan dari tubuh. Misalnya, untuk membuang zat sisa metabolisme, zat sisa ini akan dilarutkan dalam air, baru kemudian dikeluarkan dalam bentuk urine dari ginjal, keringat dari kulit, dan tinja dari saluran pencernaan.

Penguapan air melalui kulit dan paru-paru juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan dan mempertahankan suhu tubuh.

Jadi, air yang ada dalam tubuh juga akan dikeluarkan setiap hari, yaitu melalui urine (60 persen), penguapan dari kulit dan paru-paru (35 persen), serta tinja (5 persen).

Oleh sebab itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Cahyani Gita Ambarsari, Sp.A (K) mengatakan, untuk mempertahankan kandungan air dalam tubuh dan memastikan fungsi-fungsi tubuh berjalan dengan optimal, konsumsi cairan yang cukup setiap harinya sangat penting, terlebih bagi bayi dan anak-anak.

“Alasan pertama, anak memiliki komposisi tubuh yang berbeda dibandingkan orang dewasa. Volume otot, lemak, dan tulangnya belum sebesar orang dewasa. Karenanya, tubuh anak didominasi oleh proporsi kandungan air yang lebih besar. Semakin muda usia seorang anak, akan semakin besar pula komposisi air dalam tubuhnya,” ungkap Gita dalam keterangan resmi, Kamis (29/9/2022).

Ia menjelaskan, sekitar 80 persen berat badan bayi terdiri dari air. Selain itu, luas permukaan tubuh anak secara proporsional lebih besar daripada orang dewasa.

Seorang dewasa memiliki luas permukaan tubuh 0,26 sentimeter persegi untuk setiap sentimeter kubik volume tubuhnya, sedangkan bayi memiliki luas permukaan tubuh 1,32 sentimeter persegi untuk sentimeter kubik volume tubuhnya.

“Tubuh secara alami mengalami kehilangan cairan melalui permukaan kulit. Oleh sebab itu, bayi dengan luas permukaan tubuh lebih besar daripada dewasa, akan lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa,” sebutnya.

Alasan kedua, anak juga memiliki kebutuhan metabolisme yang lebih tinggi daripada orang dewasa sebagai dampak dari tumbuh kembang tubuhnya.

“Air amatlah penting untuk membantu proses perkembangan fungsi-fungsi organ dalam tubuh anak. Hal inilah yang menyebabkan hilangnya air atau pergantian cairan dan zat terlarut pada anak terjadi lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa,” ujar Gita.

Selain itu, ada mekanisme protektif tubuh untuk mencegah kehilangan air berlebih, contohnya rasa haus, yang sering sekali belum sempurna pada anak. Sebagian besar anak masih kurang peka dan tidak cepat untuk mengenali atau merasakan rasa haus tersebut.

Lebih baik air putih atau cairan berwarna?

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved