Polisi Tembak Polisi

Febri Diansyah-Rasamala Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Bivitri Susanti: Berarti Prinsip Kita Beda

Keputusan tersebut pun menuai protes kelompok masyarakat sipil, salah satunya dari aktivis Bivitri Susanti.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Mario Christian Sumampow
Dua bekas pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dua bekas pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Keputusan tersebut pun menuai protes kelompok masyarakat sipil, salah satunya dari aktivis Bivitri Susanti.

Bivitri mengaku mengenal Febri dan Rasamala, karena sama-sama bergerak sebagai kelompok masyarakat sipil maupun pegiat anti-korupsi.

"Saya terbuka saja, karena banyak yang menyayangkan dan saya termasuk."

"Menyayangkannya karena itu pilihan profesional masing masing orang."

"Tapi kan saya kira mereka tidak boleh melupakan fakta, bahwa mereka lahir dan besar dari kelompok masyarakat sipil, terutama pegiat anti-korupsi," kata Bivitri saat ditemui di Auditorium CSIS, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Johanis Tanak Gantikan Lili Pintauli, Firli Bahuri: Mari Kita Bersihkan Negeri Ini dari Korupsi

Namun begitu, Bivitri menyatakan dirinya tidak merasa Ferdy Sambo dan istrinya tak mungkin benar. Namun, label keduanya sebagai kelompok masyarakat sipil tidak bisa terlepas.

"Tapi kan mereka adalah advokat aktivis yang lahir dan besar dari aktivis atau pemberantasan korupsi."

"Jadi apa pun yang mereka lakukan, mereka juga dilihat sebagai simbol gerakan masyarakat sipil."

Baca juga: Sekjen: Sebagian Besar Pamdal Titipan Anggota DPR, Dulu Kerjanya Cuma Pegang HP dan Merokok

"Jadi begitu mereka memutuskan seperti ini, pukulannya itu bukan hanya bagi mereka, tapi juga bagi kelompok masyarakat sipil. Ini yang berat."

"Terutama buat temen temen yang kena TWK. Nah, itu kan sebenarnya berat buat teman-teman yang kena TWK yang bikin IM57+," bebernya.

Oleh karena itu, Bivitri meminta Febri dan Rasamala mundur sebagai tim kuasa hukum istri Ferdy Sambo. Namun begitu, dia menghormati keputusan yang diambil oleh keduanya.

"Buat saya sih, baiknya mundur. Tetapi mereka sudah diberitahu dan sejauh ini sih tidak mau mundur. Berarti ya udahlah, berarti kita punya prinsip yang berbeda," papar Bivitri. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved